jangan Kacaukan hidupmu :)

kemarin ini aku baru wisuda.. hm.. ga terlalu istimewa sih menurut aku pribadi. coz.. masih bingug juga : ijazah itu mau buat apaan ya..?? hehe. tapi setelah baca pidatonya Steve Job, di acara wisuda Stanford University, ga tau kenapa.. aku bilang : kok gue banget. banget. banget.

pertama, di kuliah ini aku menghabiskan waktu genap 6 tahun. (lama kan) alhamdulillah *akhirnya* aku lulus. dan berhasil menepis pikiran untuk drop out di tengah jalan.

kedua, aku drop out bukan karena aku males ama kuliahnya. aku seneng dengan bidangnya dan belajarnya. tapi ketentuan dosen dalam syarat kelulusan sangat sulit. sampai akhirnya aku udah keenakan kerja duluan.. dan memilih untuk ‘ogah’ ngelanjutin skripsi. hehe

ketiga, aku ngerasa  hidupku kacau. banyak titik-titik yang ga nyambung sama sekali. sampai kata orang tua : mau ngapain sih..? semua kuliah diambil. semua seminar di  ikutin.

tapi akhirnya setelah aku baca pidato ini.. great! ada api yang tersulut di dada. meski gak besar.. tapi aku merasa sedikit optimis. well! i’ll get my dream! paling gak kepikiran gitu. setelah kemaren sempet frustasi memkikirkan masa depan : mau dibawa kemana masa depan ini.. (kalo kata lagu)  hehe. ok.. disimak aja Gan..  semoga bermanfaat untuk yang lain juga.

luv u full.. *lagi semangat niy😉


Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University Continue reading

Lomba Menulis : Internet Sehat Aman

Tema: “Jejaring Sosial Yang Sehat & Aman”

Jejaring sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Analisis jaringan sosial memandang hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan. Simpul adalah aktor individu di dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah hubungan antar aktor tersebut. Bisa terdapat banyak jenis ikatan antar simpul.

Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Jaringan tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu. Karena karakteristiknya yang mengikat setiap individu di dalamnya, informasi apapun akan tersebar dengan cepat dalam komunitas sebuah jejaring sosial, melintasi batas komunitas, bahkan melintasi dunia maya melebihi media apapun.

Dalam kesempatan ini Program Internet Sehat Aman (INSAN) KEMENKOMINFO beserta Teknopreneur Indonesia menyelenggarakan suatu kegiatan bersama yaitu : “KOMPETISI MENULIS ARTIKEL Online INTERNET SEHAT AMAN”. Dengan tema penulisan “Jejaring Sosial Yang Sehat dan Aman” Kegiatan ini merupakan sarana untuk para pengguna jejaring sosial mengungkapkan pikiran dan pendapat yang di tuangkan dalam tulisan atau artikel yang bermanfaat untuk orang banyak. Tulisan akan di nilai oleh dewan juri yang kompeten di bidangnya, serta di publikasi ke media online.

DEWAN JURI:

* M. Andy Zaki, CEO & Pemimpin Redaksi Teknopreneur
* Andrew Darwis, Founder Kaskus
* Djoko Agung, KEMENKOMINFO

Syarat Peserta:

* Peserta lomba adalah perseorangan dan memiliki jejaring sosial (KasKus, Koprol, Facebook, Friendster, Plurk, hi5, dll)
* Tidak ada batasan usia bagi peserta.
* Peserta diwajibkan memiliki akun Insan dengan mendaftar di http://www.insan.or.id/.
* Tulisan harus di tampilkan pada akun jejaring sosial yang di miliki oleh peserta, bisa berupa artikel Blog, Notes, Testimonial atau Thread di akun jejaring sosialnya. (dan mencantumkan alamatnya pada Formulir pendaftaran)
* Formulir pendaftaran di http://insan.or.id/form

Ketentuan Penulisan:

* Bahasa yang digunakan bahasa Indonesia (termasuk didalamnya bahasa serapan, atau bahasa sehari-hari)
* Isi tulisan berkisar 4000- 5000 karakter (termasuk spasi)
* Tulisan memuat gambaran manfaat serta bahaya penggunaan jejaring sosial, berdasarkan kepada pengalaman,data dan analysis penulis.

Kriteria Penilaian:

* Originalitas
* Data & Analysis
* Gaya Bahasa

Ketentuan Pemenang:

1. Dari seluruh peserta, akan dipilih 3 Tulisan terbaik.
2. Pengumuman pemenang & Pembagian hadiah akan dilaksanakan pada acara puncak.
3. Keputusan dewan juri adalah mutlak, tidak dapat di ganggu-gugat dan tidak ada korespondensi apapun terkait dengan keputusan yang telah dikeluarkan.

Pendaftaran:

1. Registrasi *batas akhir 6 Agustus 2010. Peserta melakukan registrasi dengan mengisi formulir peserta di http://www.insan.or.id/form.
2. Pengumuman pemenang/Grand Final ( 13 Agustus 2010). Pengumuman pemenang di lakukan dalam sebuah acara khusus yang dilangsungkan dalam format seminar.

Hadiah:

* Juara I : 1 Unit Netbook
* Juara II : 1 Unit Smart Phone
* Juara III : 1 Unit Modem GSM

Committee Secretariat:
Wijaya Grand Center Blok F No. 85, Jakarta Selatan
HOTLINE: +62 21 7125 8089
T. +62 21 720 1140| F. +62 21 726 1913
e. info@insan.or.id
url. http://insan.or.id/

Kue Cubit Luna Maya

Untuk kamu yang suka melintas di Gg.Sawo , Depok. Tukang kue cubit tentu bukan hal yang baru. Sesekali saya juga suka beli meskipun hanya dua biji. Lumayan.. kuenya lumayan nyubit perut yang laper untuk diem dari kebiasaannya berisik ‘kriuk-kriuk’.

Tapi pagi tadi kue cubitnya beda. Bukan beda rasa. Bukan beda bentuk. Bukan beda abangnya juga. Semua masih sama. Mulai dari warna gerobak, tempat ngetem, ampe bau-bau sedapnya. Masih sama. Trus apa yang beda..?

Yang beda adalah percakapan saya dengan si abang.
“ bang beli kue cubitnya.. harganya berapa sekarang?”
“masih sama neng.. gopek”
“loh.. yang gede kecil sama bang..?”
“gada yang gede kecil kok.. semua sama ukurannya, Cuma beda bentuknya aja..”
Saya pun mengamati si abang yang lagi menuang adonan ke pembentuk kue tersebut.

kue cubit

(http://www.flickr.com/photos/chandramarsono/1927160496/)

“nah.. yang itu bentuk apa bang? Abstrak gitu!”
“ini ikan, neng.. bahasa kerennya luna maya. Kalo yang ini bentuk bunga, bahasa kerennya CutTari. Kalo yang ini bentuk telur, nama kerennya Ariel.” Si abang menjelaskan panjang lebar tanpa saya tanya. Bahkan saya pun baru engeh kalo ternyata kue cubit itu bermacam-macam bentuk. (selama ini langsung nelen sihh..hehe)
“Serius bang itu nama kue cubitnya lunamaya, cuttari, dan ariel..?”
“iya.. yah dia gak percaya..” si abang pun melirik tersenyum ke tetangganya. Tukang kue apem ya kalo ga salah. Si abang disebelahnya ikut berkomentar untuk meyakinkan.

kue cubit

(http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/12/399/pilih_cubit_ape_lekker)

“jadi mau kue yang mana nih neng..?”
“ywdh saya campur aja deh bang.. lunamaya dua, ariel dua, cuttari dua” mendengar saya pesan gitu, si abang ketawa ngakak. “ uwahaha…oke oke neng..” katanya semangat.

Stratergi marketing. Saya rasa, gada salahnya kalo si abang mau ngasih nama kue cubitnya dengan nama tersebut. Inget banget waktu lagi tenar film Ayat-ayat cinta, ada es buah namanya Ayat-Ayat Cinta. Terus ada jilbab Aisyah. Terus ada topi gelombang cinta. Waktu kasus poligami lagi hangat di masyarakat, restoran ayam bakar Wong Solo juga membuat menu baru : jus poligami. Yang dicibir oleh masyarakat banyak, namun akhirnya mereka penasaran untuk membeli. Dan lariss.

Sampai detik ini si abang belum ganti nama di gerobaknya menjadi kue cubit lunamaya. Namun saya rasa itu bisa jadi strategi lucu juga. Meski tentu akan mengundang kontrofersi, tapi bisa jadi si abang akan masuk TV. Hehe

Dan tiba-tiba saya juga jadi mikir : kira-kira bikin bisnis apa ya yang pantes dinamain dengan nama artis tersebut…wkwk . cendol? Gorengan? Jasa semir sepatu..? yang pasti jangan bisnis besar, karena nama artis tersebut sedang hancur. Hehe

*untung bentuk kue cubit Cuma tiga, kalo bentuknya banyak.. bisa jadi nama kue cubitnya lebih beragam. Seperti kuecubit Aura Kasih, Wulan Guritno, BCL, dsb.. bahkan bisa jadi ada es cendol OC Kaligis. Ada yang mau pesan…??

Continue reading

Rindu Surat..Rindu Pak Pos :)

Arlina Tercinta..
bersama surat ini kukirim padamu sepotong senja
-dengan angin, debur ombak, matahari terbenam dan cahaya keemasan.
Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap…??
*

tanpa basa-basi, saya merindukan surat. surat yang tertulis untuk saya. surat yang ditulis dengan harapan besar si penulis agar goresan pena nya terbaca. dan sebuah surat yang juga dinanti oleh si penerima yang membuka amplopnya dengan sejuta sensasi. ingat benar di kepala saya dimana bapak berseragam ‘oren-oren’ itu terlihat diujung gang rumah. saya yang akan setia menantinya depan rumah menyapa : “adakah surat untuk saya, Pak..??”

tanpa basa-basi, saya merindukan surat. sama seperti sepuluh tahun lalu, menanti surat dari teman Pena yang saya kenal dari sebuah korenpondensi di buku LKS Kunti. (ada yang ingat buku SD yang berisi soal-soal dengan merk Kunti..??🙂
biasanya, di cover belakang setiap bulannya selalu berisi wajah-wajah teman baru dari penjuru daerah. selain foto 2X3, mereka juga memberikan biodata singkat ;nama, alamat, asal SD, cita-cita dan hobi. (tentu biodata itu bukan untuk cari jodoh, hehe). dan saya adalah siswa SD yang saat itu senang bersurat. hanya singkat,,
“hai.. saya dari SD ini.. saya kenal kamu di buku Kunti. saya juga punya hobi korespondensi dst…”
dari surat menyurat itu, perangko nya saya berikan kepada sahabat yang punya hobi mengumpulkan perangko. apatuh namanya.. ya, Filateli.

Tanpa basa-basi, saya merindukan surat. Hmm.. yang ini mungkin agak memalukan. tapi jujur, dulu saya senang bersurat pada artis-artis cilik seperti Dhea Ananda, Leony, Agnes Monica, Chikita Meidy, Enno Lerian, dsb. dan see…?? diantara teman yang lain, saya lah yang paling banyak mengoleksi foto artis-artis tersebut🙂 siapa siih yang jaman dulu gak ngefans ama Bondan si Lumba-Lumba..?? dan saat itu fotonya selalu saya bawa kemanapun. saya pamerkan jika ada kesempatan. hehe..
kok bisa sih surat-suratan ama artis cilik..??
seingat saya, dulu waktu beli majalah BOBO, ada edisi profil artis gitu. dan tercantum biodata singkatnya. saya pun paling rajin mengumpulkan kliping profil artis-artis tersebut (makluum,,obsesi jadi artis sih ;P dan sesekali saya bersurat pada mereka.
isi suratnya..?? singkat aja kok..

salam kenal Dhea.. aku suka banget deh kalo nonton kamu di acara “klap-klip…di TPI. diantara Trio Kwek-Kwek, aku juga paling suka ama suaramu. dan lagu favoritku adalah lagu “baju baru Ahamdulillah..”. kamu sangat cantik saat menyanyikan lagu itu.
Oya Dhea,, saya berharap bisa berteman dengan kamu. dan saya ingin sekali punya foto mu. terima kasih banyak sebelumnya.. semoga kita bisa menjadi sahabat ya..”

selang beberapa minggu kemudian, bapak berseragam ‘oren’ itu melempar amplop ke dalam pagar saya. dan..tertulislah nama pengirim disana : Dhea Ananda. wheww.. didalamnya pun sudah ada postcard dengan foto Dhea Ananda.tentu saya girang bukan kepayang.
satu-persatu, foto artis tersebut memenuhi mading di kamar saya. sesekali saya pajang di buku diary, dan siap saya pamerkan kepada siapapun yang ingin lihat, hehe.

tanpa basa-basi, saya merindukan surat. terlebih saat sekarang, dimana teknologi sudah semakin canggih. surat bisa langsung diterima dalam hitungan detik melalui makhluk yang bernama internet. pesan singkat yang dulu dikirimkan Pak Pos dengan Telegram telah tergantikan oleh SMS, bahkan kini biaya menelpon pun gratisan sampai dower.
maka benda yang terbalut amplop itu pun semakin tersingkirkan. kecuali untuk hal-hal formal saja mungkin. dan itu tidak membawa sensai apa-apa. beda dengan jaman dulu.. bahkan seorang Vina Panduwinata sampai mendeskripsikan perasaan surat-menyuratnya dalam sebuah lagu : surat cintaku yang pertama..

lagi-lagi, maka tak aneh kan kalau akhirnya saya rindu surat. surat yang memang ditujukan untuk saya.. dan dikirim oleh orang yang memang berurusan dengan saya. masih adakah mereka yang menjual aneka kertas surat dan amplop, dan menulis surat dengan pulpen tinta yang wangi..?? masih adakah mereka yang gelisah menanti Pak Pos..??

mengingat ulang.. kapan ya terkahir saya menerima surat yang mendebarkan..?? hm, yup. ketika kelas 3SMA. tapi itu pun dari Diknas, yang membawa kabar kelulusan hingga membuat saya bersujud mencium tanah.

lalu kapan ya terakhir saya menulis surat (surat sebenar-benarnya surat)…? hm.. yup. kelas 3SMP. itu adalah surat sangat spesial yang pernah saya tulis dengan kertas terbagus dan tinta terindah. kata-katanya saya rangkai berbulan-bulan. surat yang saya tujukan pada seorang jagoan basket di sekolah.
“ini jaman emansipasi wanita.. gada salahnya kalo cewek ‘nembak’ duluan..” kata teman-teman. maka saya pun mengikuti saran tersebut. inti suratnya begini :

“.. gatau kenapa.. pertemanan kita yang begitu dekat ternyata membuat perasaan ini beda.. maaf kalo aku harus merusak persahabatn kita, karena aku suka kamu..”

itu adalah hari terkhir kami masuk sekolah, karena setalah itu kami akan melanjutkan ke SMA. dan karena surat itu begitu spesial, maka saya tak meminta pak Pos mengantarkan. tapi akan saya antar sendiri.
siapa sangka.. ternyata si jagoan Basket itu juga mengirimkan sebuah surat buat saya. jadi saat itu di depan gerbang sekolah, kami bertukaran surat. kebayang gak sih kalo jadi saya saat itu.. gadis ABG yang baru tau ‘love’. dengan sejuta rasa saya langsung lari pulang ke rumah, lalu masuk kamar mandi. menutup pintu rapat-rapat. bukan karena kebelet pipis. tapi saya pingin membaca surat itu sendirian. gak boleh ketauan siapa pun. apalagi orang tua.
maka surat itu pun saya baca, begini isinya :

“karena kita sudah lama bersahabat.. maka aku tak ragu menceritakan padamu. bahwa sebenarnya selama ini aku menyukai dia..”

GLEK. agak gak percaya. tapi itulah kenyataanya.. ternyata dalam surat itu ia minta tolong ‘comblangin’ dengan sahabat saya.

begitulah surat..hanya sebuah kertas.. tapi mampu memberikan sejuta rasa.
maka tak salah kan, kalau akhirnya saya rindu surat🙂

*surat diatas adalah potongan Cerpen “Sepotong Senja Untuk Pacarku”
karya Seno Gumira Ajidarma. dengan mengganti nama Arina menjadi Arlina😉

Kontes write a story :)

Kontes Write a Story adalah lomba menulis cerita untuk buku-buku anak yang diselenggarakan oleh Erlangga for Kids (EFK), salah satu divisi penerbitan Erlangga Group.


Syarat & Ketentuan:

  1. Peserta adalah pria/wanita dewasa (usia diatas 18 tahun).
  2. Cerita yang ditulis untuk anak usia 5 – 12 tahun
  3. Panjang cerita 3 halaman, 1 ½ spasi, times new roman 11
  4. Tema cerita bebas dan orisinil (fantasi, fabel, humor, dsb) serta tidak mengandung unsur SARA
  5. Naskah cerita yang dikirimkan belum pernah dipublikasikan baik di media elektronik maupun cetak, dan belum pernah diikutsertakan dalam sayembara lain.
  6. Naskah cerita yang dikirim dalam bentuk hardcopy atau soft copy (file word). Sertakan biodata singkat penulis, alamat lengkap, nomor telepon, dan fotokopi KTP. Cantumkan WRITE A STORY disebelah kiri atas amplop.
  7. Kirimkan naskah ke:

Panitia WRITE A STORY
Divisi Erlangga For Kids, Penerbit Erlangga
Jl. H. Baping Raya no. 100
Ciracas Pasar Rebo
Jakarta Timur 13740
Atau via email ke:

// writeastory.efk@gmail.com

Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya

  1. Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 naskah
  2. Naskah yang masuk sepenuhnya menjadi milik panitia
  3. Naskah paling lambat diterima tanggal 25 Maret 2010
  4. Pengumuman pemenang tanggal 25 April 2010
  5. Hanya naskah yang memenuhi syarat yang akan dinilai. Keputusan juri mengikat, tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat menyurat
  6. Peserta tidak dipungut bayaran apapun
  7. Untuk keterangan lebih lanjut klik www.erlangga.co.id atau email ke // writeastory.efk@gmail.com

    Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya

    , atau hubungi Marcomm Penerbit Erlangga di 8717006 ext. 229

Hadiah:
Juara 1: Rp 5 juta dan hadiah sponsor
Juara 2: Rp 3 juta dan hadiah sponsor
Juara 3: Rp 2 juta dan hadiah sponsor

10 naskah terbaik akan diterbitkan dalam bentuk buku oleh Erlangga For Kids

Persiapan UAS di Dufan :)

Akhirnya,, setelah kurang lebih 7 tahun, aku bisa ke dufan lagi. Itu looh.. tempat rekreasi yang kayanya harus mikir 10 kali untuk memutuskan pergi kesana. Selain ongkos tiket yang mahal, dufan juga arena yang penuh dengan hawa nafsu. Hehe,, maksudnya, kalo udah sampe dufan, bawaannya pingin main dan main. Gak perduli lagi yang namanya laper dan jajan. (iyyalah.. wong duit udah abis duluan di tiket, gimana bisa jajan😀

Dan kemarin, dengan niat 25%, akhirnya aku kesana. Kok bisa niat 25%..?  yup.. 25 % itu niat waktu di bulan oktober. Ceritanya, ngobrol dengan teman TPA, Dita,  yang lagi di studi di Korea sana. (bayangkannn teman TPA boo.. ^_^) singkat cerita, dia ngajak liburan ke Hongkong. What..?? Hongkong..? belah mananya Taman Mini tuh, Dit..? trus, mulailah kita bertanya pada mbah google tentang Hongkong. Hm… melihat banyak hal yang tidak mungkin (tidak mungkin ada ongkos maksudnya.  Hihi) akhirnya liburan ke Hongkong cancel. (tapi kalo Dita tetep liburan sendiri ke Hongkong. Pasti ga seru tuh jalan sendirian =D xixixi

Ga habis akal, Dita ngajakin ke lombok atau bali. “ke Bali yuk tie.. atau Lombok deeh..” pintanya. Hm.. menarik juga tawaran dia. Tapi setelah lihat jadwal kuliah, dan beberapa urusan (ujung-ujungnya tetep urusan duit. Hehe), akhir tahun ini bener-bener harus ‘damai-damai’ aja di rumah dan kosan. Hmmmph!

Ga nyerah, Dita masih nyari ide kemanakah ia akan menghabiskan waktu liburan bersama teman terbaiknya ini (wkwkw). “capek tie.. abis thesis! Ayo dong kita jalan-jalan..” keluhnya. (lah dia enak udah thesis. Gue…?? Hehe) akhirnya, iseng-iseng browsing,dan kita menemukan tiket gratisan murah. Yaitu DUFAN (buat yang ga tau, Dufan itu adalah singkatan dari Dunia Fantasi. Hihiy..) saat itu Dufan lagi diskount 50%. Tiket yang seharusnya 90.000,- jadi Cuma 45.000. prikitiw.. asik juga nih. (harga tiketnya sama ama tiket waktu jaman SMP dulu)

Janjian- pending. Janjian – pending. Janjian – pending. Akhirnya Dita mengeluh : “ayo dong tie.. keburu jadwal tiketnya abis nih. Lo kan udah janji. Hiks2..”. hm.. kasian juga nih temen TPA gw. Sebenernya banyak banget kendala untuk memenuhi niat ke dufan yang masih 25 % jadi 100%. Mulai dari gak punya duit (meskipun dufan lagi diskount tapi tetep aja waktu itu lagi bokek! Dan banyak kebutuhan), selain itu bulan nov-des ini kuliah bener-bener super ngeribetin. Diskusi, paper makalah, kuis, belom lagi tugas mengarang dan menulis yang selalu diberikan oleh dosen jurnalistik. (ada PR tiap minggu, persis banget kaya jaman SD). Jadi acara ke dufan pun terpaksa aku pending dan pending. Sementara Dita, masih menunggu.

“oke, minggu terakhir ! hari selasa ya!” kata ku ke Dita. Sejak 3 hari –H, dita selalu sms : tie.. jangan lupa kita ke dufan 3 hari lagi !. besoknya sms lagi : “jangan lupa  kita ke dufan 2  hari lagi! Dst. Bahkan ketika hari H dita sms : tie.. gw udah sampe  depan pintu dufan. Lo dimana..?” hmmph.. yang ini bingung balasnya. Masalahnya saat itu lagi di kosan temen ngebut tugas makalah yang akan dipresentasi besok. Dan ketika tau dita bawa temen ke sana, aku sedikit lega : oke dit.. duluan masuk aja ya.. gw agak siang ke dufannya. Tanggung Tugas nih!”

Tugas oh tugas,, hari itu aku berhasil dibuat puyeng ama undang-undang penyiaran. Pasal 40 / 1999. pasal 32, pasal 28, dsb. Belom lagi dengan kode etik, P3SPS (eh kalo ga salah gini deh), KUHP,, dsb. Dan kepuyengan ditambah dengan kasus-kasus penyimpangan media yang udah jelas melanggar semuanya. (sebenenrya ini udah biasa dilihat sih, tapi karena kali ini dibahas detail, jadi prihatin banget dengan kondisi hukum dan etika pers indonesia saat ini *tsaaaaaaahhh!

Jam 12 TENG. Dita sms : tie,,udah berangkat ?’. tiba-tiba, kemalasan akan pergi ke dufan kembali menyerangku dari berbagai penjuru. *halah*. Ya ampun,, gimana bisa tenang di dufan. Makalah belom kelar. Besok ujian sosiologi. Statistik, mata kuliah ter-naas, juga mau ujian. Tapi ga mungkin cancel janji ama dita. Aduuh.. kalo bingung kaya gini rasanya pingin makan rujak sepuasnya !

“jadi ke sini kan tie..?” tanya dita di sms nya, seperti punya firasat. Hehe. “yup dit, segera meluncur naik KRL” jawabku. Aku pun bergegas.

Beda dengan yang sebelumnya. Liburan ke dufan hari ini bener-bener gak ada apa-apa yang dipersiapkan. Yang penting dan tak terlupakan adalah kostum yang nyaman dan ‘aman’ menutup aurat. Selain itu, yang tak kalah pentingnya adalah : buku statistik dan sosilogi. (udah keduanya tebel banget lagi). Karena niatku ke dufan saat itu bukan lagi liburan, tapi ketemuan aja deh ama Dita. Karena kan udah janji.hiks..hiks..selebihnya aku mau belajar !! (yakin belajar..??)

Dan tepat pukul 13.00, meluncurlah aku naik kereta ke stasiun kota. Di dalam stasiun, seidkit ku baca tentang teori-teori perubahan sosial dalam buku sosiologi. (halaaah.. gaya banget!) tapi Cuma bertahan 5 menit. Selanjutnya dibuat puyeng ama sms Dita : Dufan tutup jam 6 sore. Cepetan kesini!.

Ancol

“bang turunin saya di pintu masuk dufan ya!” tak lama kemudian, mikrolet 15 yang punya hobi macet itu berhenti di sebuah pintu bertuliskan Ancol. “ini kan Ancol, saya maunya Dufan!” kataku protes. “ ya masuknya lewat sini dulu Neng, masa gak tau sih!” kata si abang kesal. Hm.. maklum Pak, gw udah lama banget gak ke dufan sih. Hihi

Jalan melancong sendirian. Mobil dan motor berbaris antri di loket. Hm.. mending jalan kaki jadi gak disuruh bayar, dalam hati. Lagi asik-asik jalan menikmati pemandangan sore Ancol, tiba-tiba sebuah priwitan berbunyi. Priiiiiittt…priiiitttt. tak lama kemudian pak satpam datang menghampiri. “mau kemana mbak..?’ tanya galak. “ke dufan”. “bayar dulu mbak!” “lho..? memang pintu masuk dufan mana..?” “di dalam!” “ ya udah saya bayarnya di dalam!” “tapi ya harus tetap bayar masuk Ancol” “Tapi saya kan jalan kaki’ “sama aja mbak.. ke dufan kan harus masuk Ancol, jadi harus bayar ancol”

Hmmph. Ga asik banget sih nih dufan. Masa numpang jalan kaki aja pake bayar. Mana sepanjang jalan bau pesing lagi! Saya pun mengorek-ngorek dompet yang kosong itu.

Jadi inget masa kecil dulu, kalo masuk ke Ancol ama ayah suruh nunduk dan ngumpet di kolong bangku mobil. “biar gratis!” katanya. Selanjutnya, si petugas hanya menghitung kepala ayah dan ibu, karena anak-anaknya pada tiarap. Di tutupi barang-barang yang sudah kami siapkan. Hehe..

Dufan jam 15.00
Menurut prediksi dan firasat, sepertinya dufan sore gini bakalan sepi, masyarakat udah pada kecapekan maen. Jadi wahana gak ngantri, dan aku bisa naik wahana dengan senang hati. Aahh.. jadi berkhayal.

Tapi ternyata prediksi ku salah total. Jam 15.10 waktu dufan, ehh..aku harus pake ngantri masuk loket. Ada rombongan dari belahan Jawa *entah jawa mana* lagi. Ckck.. dufan kan tutp jam 6 sore, kok pada dateng jam 3 siih. Alamat Cuma dapet satu wahana nih!

“dita. Dimana? Gw udah di dufan!
“sori tie! Gw 10 menit lagi naik arum jeram. Lo naik wahana yang lain dulu ya. Sendirian ».

GLEk ! gw sendirian di dufan. Naik sendirian. Ngantri sendirian.. ? mana seru..?? hiks..hikss. padahal kan ke dufan niat banget ketemu Dita.

Alunan musik dufan yang versi dangdut *emang ada?* menyambut riang. Ah.. ahirnya gw ke dufan lagi, pikir ku. Agak bingung kemana dan harus kemana. Melihat beberapa orang bergerombol dengan teman-temannya. Saling berfoto, berpose, bercanda gokil, dsb. sedang aku..?? sebatang kara. Hanyut dengan pemandangan dufan.
(sadar wooy! Udah jam setengah 4!)

Aku segera sadar. Waktu sisa 2,5 jam lagi. Naik apa ya..?? eng..naik apa ya..??
Kora-Kora ! kok antriannya kaya kereta api yang sambung menyambung dari Kota ke bogor..??

Hm.. komedi puter aja deh. (lho.. kok antriannya panjang juga yak..?)

Hm.. gajah-gajahan deh, Kayanya lumayan pendek ngantrinya. “mbak, ngantri dari sini kena berapa lama?” “satu jam-an lah” hah? Satu jam..? ga jadi deh!

Ng.. naik apa ya..? ng.. naik apa ya..? aduh bingung…

Ontang –anting, tornadi. Kincir-kincir, biang lala, semuanya masuk antrian sekitar 2 jam. huhu.. naik apa niih..??

Putus asa ! aku duduk di bawah pohon sambil liatin orang-orang jerit histeris naik ontang –anting.

“asty…!!” dita dalam keadaan kuyup dari arum jeram menyapa. “Ditaaa….!!’ selanjutnya adalah adegan film indiahe. Pelak-peluk cipika dan cipiki. Dita ditemani sama mbak Mia, kakak kelas kami waktu di SMP dulu. Dan saat itu mbak Mia langsung pamit pulang. ‘eh sebelum pamit, kita foto dulu dong..” usul salah satu dari kami. Maka agenda pertama aku di dufan hari itu adalah senyuman indah dalam sebuah jepretan bertiga. Jepreeeeet!


Wahana dan Wahana

mau naik apa Tie,,?” tanya dita. “ apa ya dit..? bingung gw. Semuanya penuh. Hiks..hiks..”. “Elo yang belom apaan..?

“hm.. gw belom pernah tornado sih”. “yaudah, kita ke tornado sekarang.

Setelah muter-muter nyari ujung antrian, akhirnya ketemu juga antrian tornado. “dari sini kena berapa jam mbak..?’ tanyaku kepada petugas yang sering mondar-mandir.

“sekitar  2.5 jam mbak..” “hah..??” aku ama dita spontan kaget. Kalo aku harus nunggu segitu lamanya, berarti agenda ke dufan hari ini Cuma naik tornado.ckck..

“ada mbak, jalur cepetnya..” kata si mbak dufan dengan wajah cemerlangnya. Gak lama kemudian, dia langsung mengeluarkan semacam kertas tiket dari tas pinggangnya.

“ini mbak.. ini adalah tiket fast track” selanjutnya.. adalah pemaparan dari si mbak dufan yang memang sedang mencari pembeli tiket fast track tersebut. Satu tiket itu seharga Rp.100.000,-, yang berlaku untuk naik lima wahana apa aja. Dengan tiket tersebut kita masuk ‘jalur khusus’. Kaya di kampus  gitu deh, ada jalur khususnya. Ga usah pake acara ngantri deh. Layaknya tamu penting, kita akan diantar sama si mbak dufan sampai kita naik wahana. Dalam hitungan menit, kita udah berada di wahana dan tersenyum manis sambil melihat orang lain mengantri panjang. Huwaa.. bener-bener menarik juga tuh tiket. Tapi, duit dari mana..??

“mbak.. kita patungan yuk!” tiba-tiba seorang pemuda menawarkan pada kami. Rupanya ia menyimak penjelasan si mbak dari tadi. “boleh-boleh.. tapi ini Cuma ada 5 tiket. Gimana..?” rupanya tuh cowok emang baik hati. Kita patungan 50-50, dia Cuma minta 2 tiket untuk dia dan adiknya. sementara aku dan Dita dapat 3 tiket. Yuhuuuy !

Walhasil, jadilah kami menjadi tamu VIP di wahana Tornado. Langsung masuk jalur pintas,, dan diantar sampai naik wahana. *selamat tinggal para calon penumpang yang ngantri. Hihi.. ^_^

Hm.. ga perlu lah aku ceritain detail gimana kacaunya aku naik tornado. Tubuh yang kecil ini perasaan bakalan molos aja dari kursi ketika posisi di bolak-balik. Ketika tornado turun, gak kerasa mata basah. Hiks..hiks,, masa udah bayar tiket VIP malah nangis ^_^

takut molos

Nama cowok itu Dolly, dan adiknya namanya (eh siapa ya namanya..? lupa:D mereka anak tanggerang. Udah 10 tahun gak ke dufan katanya. Jadi bela-belain beli tiket VIP deh buat naik tornado. Masih satu rombongan, setelah dari tornado kami naik kincir-kincir. Saat itu ga sengaja, pas lewat antrian sepi,, maka meluncurlah kami.

Tapi rupanya.. kincir-kincir juga gak kalah ama tornado. Lagi-lagi masalah badan yang kecil ini, selalu merasa akan molos dari sabuk pengaman bangku. *fiuufh.. nasib!

Setelah dari sana kami berpisah. Sambil tetap berjanji menjalin komunikasi lewat facebook. *tsaah gaya!.  Oya,, perpisahan itu membuat aku dan dita masih hepi. Lantaran kami masih megang dua tiket VIP. Jadi.. santai-santai aja,, ga usah pake ngantri lagi. Xixixi..

Setalah istirahat, barulah kami ke wahana incerannya si Dita. Katanya sih wahana baru. Namanya : extreme log. Kalo ngantri disana ya sekita 3 jam lah. Sedangkan dufan tutup 45 menit lagi. Hmm.. tapi gak usah khawatir, ketika menunjukkan tiket khusus, mbak dufan langsung membukakan pintu untuk kami dan mempersilahkan masuk duluan. Sementara antrian yang lain bersorak rusuh : “ huuuuuuuuuu!!!” bikin aku dan Dita senyum-senyum belaga koboy ke mereka. Haha… *piisss. Gw bayar nih boo!

Extreme Log ini dulu jaman aku SMP kalo gak salah namanya Wing. Jadi kita nonton bioskop di bangku yang goyang-goyang. Tau kan..?? nah.. Cuma yang ini filemnya lumayan seru. Kita serasa naik halilintar yang super raksasa. Trus kita juga serasa naik arum jeram yang seru banget. Lumayan lah.. meski agak jengkel juga ternyata durasi nya Cuma 3 menit. Capeek deey !!

Pertarungan selanjutnya adalah arum jeram. sebenernya sih pinginnya arum jeram beneran. Tapi berhubung ga punya diut (lagi-lagi duit! Hehe) sementara melampiaskan ke arum jeram palsu deh. Lumayan juga ngantri arum jeram kena satu  jam. Mulai ngantri pukul 17.30, dan baru kelar jam 18.30. hehe..

Dan suasananya..?? dufan udah gelap. Beberapa wahana udah tutup, tinggal orang-orang yang jalan menuju pintu keluar. Diperjalanan baru kerasa, betapa lapar dan hausnya perut ini. Disepanjang jalan, kembali mengingat-ingat. Tadi masuk jam 3 dengnan mengeluarkan 45 ribu dan 25 ribu tiket VIP, bisa dapet 4 wahana. Hm.. gapapalah. Belum tentu tahun depan ke dufan lagi.

senyum sumringah seperti si badut

Lagi asyik-asyiknya ngelamun di angkot, tiba-tiba teringat sesuatu yang berat di dalam tas. “apaan sih nih, dari tadi kayanya berat banget! bikin capek aja” pas dibukaaa… : JRENG!!  ternyata Buku sosiologi dan buku statistika…?? ya ampun,, ni buku berat-beratin aja sih.

(hm.. lagian gaya banget, ke dufan bawa buku pelajaran

desember, depok, dini hari.
mau ujian, n banyak tugas. ehh.. malah nge-blog. T_T

Puisi Untuk Pahlawanku (Zaman SD dulu^_^)

Ngomong-ngomong tentang hari ini, yaitu hari pahlawan. Kepala saya berhasil dibuat pusing dengan mengingat peristiwa perjuangan saya belasan tahun yang lalu. Perjuangan yang penuh dengan pengorbanan, dan berakhir dengan penuh kejayaan. Sepanjang perjalanan Priuk-depok, saya terus mengingat bagaimana alur cerita belasan tahun yang lalu ketika saya masih duduk di bangku kelas 3 SD.

Saat itu, ibu guru mengadakan lomba membacakan puisi bertema kepahlawanan.Dan tampillah saya disitu.. dengan persiapan yang begitu matang dan meyakinkan. Mengenakan baju putih-putih, dan sarung tangan putih. Dan syal merah putih. Dan topi peci hitam yang ada bros garudanya di kepala. Lebih mudahnya, bayangkan saya seperti pasukan pengibar bendera kalo acara Agustusan di Istana negara. Saya begitu gagah. Dan penuh semangat membacakan puisi bertema ‘kepahlawanan’.

Bu guru memberikan kebebasan kepada kami untuk memilih puisi. Yang penting tema : kepahlawanan. Dan kebetulan, depan rumah saya ada mbak-mbak yang jago buat Puisi. Dia biasa jadi juri lomba puisi anak-anak kalo agustusan. Maka jadilah saya kursus berhari-hari dengan beliau. Hanya untuk hari ini, hari pahlawan nasional.

Puisi yang saya bacakan sangat singkat. Tapi bagi saya –saat itu- puisi itu begitu dalem. Daleeem banget. Saya membacakan dengan penuh khusyu’ dan intonasi yang tepat. Alunan dan cengkokannya masih saya ingat persis. Gaya puisi yang saya bacakan juga masih terekam baik di kepala. Rasanya, baru kali itu saya membacakan puisi begitu khidmat. Tulus untuk pahlawan ku tercinta (wkwk..lebaaay)

Alhamdulillah, saya masih ingat jelas syair puisi tersebut. Takut lupa lagi, tadi langsung saya tuliskan di Hp. Berikut adalah puisi yang dibacakan oleh saya, 16 tahun yang lalu J

(ternyata puisinya singkat bangeet. Perasaan dulu ngafalnya susah banget ^^

PAHLAWAN BANGSA..

Bertahun-tahun yang lalu..

Engkau berjuang.. membela negara..

Mengharumkan nama bangsa..

Engkau berjuang melawan penjajah..

Mengorbakan jasad dan nyawa..

Menyelamatkan indonesia..

Menggunakan bambu runcing !

Namun sayang..

Sebelum merdeka,

kau gugur sebagai

‘pahlawan bangsa’.

Dibacakan oleh :

Azti Arlina

kelas III-B SDN 07 pg

Nama guru : bu Ida

Hobi : membaca puisi

Cita-cita : jadi orang sukses

Pesan dan kesan : gantungkan cita-cita mu setinggi bintang di langit!

(hehe, itu profil saya waktu SD dulu)

Notes: setelah selesai membuat tulisan ini, dapet sms dr temen yang lagi hearing komisi 3 di gd.Nusantara DPR. Begini bunyinya :  “kita lagi berantem di DPR”.

Hm.. jadi pingin baca puisi lagi untuk temen2 yang lagi berjuang menyelamatkan negara.. ^__^

Berhadiah Haji :) semoga beruntung.. !

umroh

Buka mata dan hati, mungkin di sekitar Anda ada sosok-sosok berdedikasi, yang telah banyak memberi kontribusi pada masyarakat sekitarnya tanpa banyak cakap. Mereka, yang mendamba tanah suci, tapi belum terwujud karena keterbatasan yang dimiliki. Mereka bisa jadi bapak pengangkut sampah, marbot masjid/mushala, ibu penjual sayur, satpam penjaga komplek, guru mengaji yang tak bergaji, dai/daiyah di pelosok, dan sebagainya. Mungkin… Anda yang dapat mewujudkan mimpi mereka… dengan mengikuti:

Lomba Menulis Kisah Inspirasi “Emak Ingin Naik Haji” berhadiah Umrah ke Tanah Suci untuk 5 Orang!

Emak Ingin Naik Haji adalah salah satu cerpen terbaik Asma Nadia yang bukunya sudah diterbitkan dengan judul sama, dan akan diangkat ke layar perak. Disutradarai oleh Aditya Gumay dan dimainkan dengan sangat apik antara lain oleh Ati Cancer, Reza Rahadian, dan Niniek L. Karim, film “Emak Ingin Naik Haji” insya Allah akan diputar di bioskop-bioskop mulai 12 November 2009.

Mensyukuri film ini, bekerja sama dengan Mizan Productions & Smaradhana Pro bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena, Lingkar Pena Publishing House, dan AsmaNadia Publishing House mengadakan Lomba Menulis Kisah Inspirasi “Emak Ingin Naik Haji”

Persyaratan

1. Tulis kisah mengharukan mengenai orang yang menurut Anda layak untuk diberi hadiah Umrah. Orang yang telah banyak berkontribusi pada masyarakat sekitarnya, yang mendamba pergi ke Tanah Suci, namun memiliki keterbatasan financial. Sertakan alasan mengapa Anda memilih orang tersebut, dan ceritakan juga secara singkat siapa dan apa profesi orang tersebut.
2. Panjang tulisan 4-6 halaman, diketik 1,5 spasi dengan jenis huruf Times New Roman, 12 pt.
3. Sertakan biodata singkat Anda dan biodata orang yang Anda calonkan (nama lengkap, TTL, pendidikan, alamat lengkap, nomor telepon/HP, email), plus fotokopi kartu identitas diri (KTP/SIM/dsb) .
4. Kirim tulisan ke:

Panitia Lomba Menulis Kisah Inspirasi Emak Ingin Naik Haji:

Lingkar Pena Publishing House

Jl. Raya Jagakarsa (Simadakarsa) No. A-1, Jagakarsa,

Jakarta Selatan 12620

Atau via e-mail ke: lombamenulis. emaknaikhaji@ gmail.com

5. Naskah harus diterima panitia, paling lambat 5 November 2009 pukul 23.00 WIB.
6. Peserta boleh mengirim lebih dari satu kisah dari orang yang berbeda, tapi dengan amplop berbeda.

HADIAH: Umrah ke Tanah Suci untuk 5 orang

Catatan

– Yang berhak mendapat hadiah Umrah (bila menang) adalah orang yang dicalonkan oleh penulis (peserta). Untuk penulis sendiri akan mendapat hadiah uang sebesar Rp500.000,- dari Mizan Productions + paket hadiah buku senilai Rp500.000,- dari Lingkar Pena Publishing House & AsmaNadia Publishing House.

– Naskah yang layak, akan diterbitkan dalam bentuk buku.

Jadi… gerakkan pena Anda, wujudkan mimpi mereka yang berdedikasi dan mendamba Tanah Suci.

Salam,

PANITIA

CP:

Lia 0817 14 38 79

Dini (021) 7888 2079

Pembukaan Anggota Baru Remaja Islam Masjid Sunda Kelapa (Riska)

New Innovation From RISKA :

OPOR AYAM

Open for RISKA ; Active, Youth, Moeslem, and Metropolist (Penerimaan Anggota Baru RISKA)
OPOR AYAM?
Pasti temen2 langsung ngebayangin semangkuk makanan lezat khas lebaran ini dipadukan dengan ketupat dan taburan bawang goreng di atasnya…Eiitttzzz tapi tunggu dulu, OPOR AYAM yang satu ini berbeda dengan OPOR AYAM biasa…

Bedanya APA?
OPOR AYAM khusus dari RISKA untuk kamu yang aktif, yang ingin mencari aktifitas atau mengisi waktu luang, punya kreativitas tanpa batas, suka tantangan, membangun komunitas, atau yang ngaku anak gaul.

Kenapa ?
Karena RISKA (Remaja Islam Sunda Kelapa) lagi membuka pendaftaraan Penerimaan Anggota Baru yang programnya dinamakan “OPOR AYAM” (Open for RISKA ; Active, Youth, Moeslem, and Metropolist)
Nah udah sedikit lebih jelas kan maksudnya OPOR AYAM dari RISKA ini apa

Kapan?
Pendaftaran Anggota Baru RISKA ini dibuka mulai dari tanggal 5 September 2009 sampai dengan 22 November 2009.

Dimana?
Buat yang tertarik dan ingin mendaftar bisa datang ke Sekretariat RISKA di Lt. Dasar Masjid Agung Sunda Kelapa, Jalan Taman Sunda Kelapa No. 16 Menteng, Jakarta Pusat
Atau informasi lebih lanjutnya bisa hubungi ke Sekretariat RISKA di 021-31905839
email : remajaislamsundakelapa@gmail.com


Biayanya berapa?
Untuk biaya pendaftaran formulirnya sebesar Rp.35.000
Dan untuk biaya program acaranya selama 4,5 bulan sebesar Rp.300.000
Dengan biaya ini temen2 bisa ikutan program acara OPOR AYAM dan biaya keanggotaan untuk selamanya loh..

Program Acara OPOR AYAM Apa aja?
Nah setelah kamu mendaftar , kamu akan mengikuti berbagai macam kegiatan seru OPOR AYAM ini yang akan diadakan oleh RISKA. Mulai Motivation Training, Team Building, Ta’aruf/ Perkenalan, Outing, Tafakur Alam, Masa Kajian Islam Inovatif dan Atraktif selama 3 bulan.

So, gimana, seru kan OPOR AYAM-nya…
Rasakan sensasi unik yang akan kamu dapatkan ketika join di RISKA…tunggu apa lagi teman-teman? Ayo segera daftar dan gabung jadi anggota RISKA.
Ditunggu ya…
Let’s taste OPOR AYAM from RISKA…

(Leaflet ada di attachment)


Salam Hangat dari Menteng,

Remaja Islam Sunda Kelapa – RISKA , remaja islam yang punya gaya TM
Sekretariat:
Jl. Taman Sunda Kelapa #16
Menteng, Jakarta Pusat 10310
telp. 021 3190 5839
fax.  021 3989 9710
email: remajaislamsundakelapa[at]gmail.com
website: www.riska.or.id
SMS Center : 0899 8947 348
YM ID : remajaislamsundakelapa2
Skype ID : remajaislamsundakelapa

ALLAH tidak akan mengubah nasib suatu kaum selama kaum itu tidak mau mengubah nasibnya sendiri….[QS Ar Ra’ad 13  : 11]pamflet-ogs_small

LOMBA CIPTA ESAI TINGKAT MAHASISWA SE-INDONESIA

DISELENGGARAKAN OLEH LEMBAGA PERS MAHASISWA (LPM) OBSESI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PURWOKERTO

* TEMA
“Islam dan Terorisme”

* KETENTUAN
1. Melampirkan copy Kartu Mahasiswa yang masih berlaku;
2. Esai diketik dengan hurup time new roman size 12, batasan 5-10 halaman;
3. Teknik penulisan kutipan dengan menggunakan penyebutan sumber kutipan IN NOTE/CATATAN DALAMAN. Contoh: “Tidak ada karya sastra yang ditulis dalam situasi kekosongan budaya” (Teeuw, 1982:11).
4. Di akhir esai dilengkapi dengan DAFTAR PUSTAKA. Contoh: Teeuw, A. 1982. Tergantung pada Kata . Jakarta: Pustaka Jaya.
5. Esai yang diikutkan lomba adalah karya yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun;
6. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 judul saja dari karya terbaiknya;
7. Melampirkan biografi singkat maksimal 1 halaman;
8. Semua hal tersebut diemailkan ke obsesipress@gmail.com ;
9. Batas terakhir penerimaan naskah 15 Desember 2009.

* PENGUMUMAN NOMINATOR DAN PEMENANG ESAI
1 Januari 2010

* HADIAH
1. Bagi esai nominator dan esai pemenang akan dibukukan eksklusif oleh Penerbit OBSESI Press, 3 esai pemenang, dan 27 esai nominator;
2. Bagi Juara ke-1 mendapatkan uang Rp 1.000.000; Juara ke-2 Rp.750.000; Juara ke-3 Rp 500.000 ;
3. Baik nominator maupun pemenang diberi hak mendapatkan buku bunga rampai esai tersebut 2 eksemplar, dan masing-masing akan mendapatkan Piagam Penghargaan ;
4. Baik hadiah maupun buku esai tersebut hanya akan diberikan jika yang bersangkutan hadir pada acara “Peluncuran dan Diskusi Buku Esai Pemenang Lomba Nasional” pada Senin 8 Februari 2010 ;
5. Jika yang bersangkutan berhalangan hadir, maka disilahkan menghubungi Panitia (PU LPM OBSESI Edo Ahmad Baedowi 08529 3001 761/ Faqih Hamdani 085227 379 226), dan buku esai akan dikirim jika sudah mengirim ongkos pengganti biaya kirim.

* DEWAN JURI

1. Dr. Naqiyah Mukhtar (Pakar di Bidang Tafsir Hadis, dan Studi Gender) ;
2. Suwito NS., M.Ag. (Pakar di Bidang Ekologi-Sufisme);
3. Ridwan, M.Ag. (Pakar di Bidang Pemikiran Hukum Islam);
4. Abdul Wachid B.S., S.S., M.Hum. (Penulis Buku: GANDRUNG CINTA, Tafsir terhadap Puisi Sufi K.H. Ahmad Mustofa Bisri);
5. Heru Kurniawan, S.Pd., M.A. (Penulis Buku: MISTISISME CAHAYA).