<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ruang _pena &#187; Parenting</title>
	<atom:link href="http://azti.wordpress.com/category/pena-psikologi/parenting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://azti.wordpress.com</link>
	<description>meski hanya goresan pena, namun ia mampu bercerita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Dec 2009 10:39:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='azti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c44473401c0a86b0bbebebdfda9be563?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ruang _pena &#187; Parenting</title>
		<link>http://azti.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://azti.wordpress.com/osd.xml" title="ruang _pena" />
		<item>
		<title>Wanita Pintar membahagiakan suami ^^</title>
		<link>http://azti.wordpress.com/2009/10/27/163/</link>
		<comments>http://azti.wordpress.com/2009/10/27/163/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 17:57:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aZti aRlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Pena Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azti.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[hm.. jadi pingin giat belajar, biar jadi wanita pintar ^__^

Jika Anda ingin hidup lebih sehat dan panjang umur, sebaiknya menikahlah dengan wanita pintar dan berpendidikan. Studi di Swedia membuktikannya.
Peneliti menemukan bahwa wanita berpendidikan adalah faktor kuat yang bisa membuat suami lebih sehat dan mencegah suami dari berbagai penyakit bahkan kematian.
Hidup bersama pasangan wanita pintar ternyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azti.wordpress.com&blog=884953&post=163&subd=azti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong>hm.. jadi pingin giat belajar, biar jadi wanita pintar ^__^</strong></em></p>
<p><img class="aligncenter" src="http://3.bp.blogspot.com/_OcI2VgV9GOg/Sj9GhrZLf9I/AAAAAAAAAAM/QfA-Oeh9XSM/S220/akhwat2.gif" alt="" width="150" height="200" /></p>
<p>Jika Anda ingin hidup lebih sehat dan panjang umur, sebaiknya menikahlah dengan wanita pintar dan berpendidikan. Studi di Swedia membuktikannya.</p>
<p>Peneliti menemukan bahwa wanita berpendidikan adalah faktor kuat yang bisa membuat suami lebih sehat dan mencegah suami dari berbagai penyakit bahkan kematian.</p>
<p>Hidup bersama pasangan wanita pintar ternyata bisa menurunkan risiko mati muda bagi pria, demikian menurut Robert Erikson dan Jenny Torssander dari Swedish Institute for Social Research, Stockholm.</p>
<p>Erikson dan Torssander menganalisis sensus penduduk dari sekitar 1,5 juta orang pria dan wanita usia 39 hingga 59 tahun yang memiliki pekerjaan dan sudah berkeluarga. Mereka pun menganalisis kematian penduduk antara tahun 1991 hingga 2003.</p>
<p>Hasil analisa membuktikan bahwa tingkat kematian, baik pria maupun wanita lebih tinggi pada mereka yang tidak berpendidikan dan tingkat ekonomi yang sulit. Sebagai contoh, pria berpendidikan rendah (lulusan SMP atau SMA) diketahui lebih cepat meninggal dunia 1,1 kali dibanding pria-pria lulusan universitas.</p>
<p>Namun fokus Erikson dan Torssander tertuju pada pria-pria yang menikah dengan wanita berpendidikan.</p>
<p>&#8220;Pengaruh wanita berpendidikan terhadap kematian suaminya ternyata sangat kuat. Hasil survei menunjukkan pria-pria yang menikah dengan wanita pintar dan berpendidikan umurnya lebih panjang dan lebih sehat,&#8221; ujar Erikson seperti dikutip dari Health24, Kamis (8/10/2009).</p>
<p>Faktor pendidikan juga berpengaruh pada wanita itu sendiri, apalagi jika ia menikah dengan pria yang pintar dan berpendidikan pula. Wanita yang menikah dengan pria biasa-biasa saja dan kurang berpendidikan diketahui berisiko meninggal dunia 1,25 kali lebih tinggi dibanding wanita yang menikah dengan pria berpendidikan.</p>
<p>&#8220;Asumsinya adalah, wanita pintar dan berpendidikan tinggi punya perhatian dan kepedulian yang lebih tinggi untuk masalah kesehatan, baik pribadi maupun pasangannya. Mereka lebih tahu banyak hal, cara mencegah penyakit atau pengobatannya. Mereka juga lebih terbuka dan banyak mendapat informasi dari luar tentang masalah kesehatan, beda dengan wanita biasa-biasa saja yang lebih cuek untuk masalah kesehatan,&#8221; jelas Erikson.</p>
<p>Pendidikan dan ekonomi ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap tingkat kematian seseoarang, namun peran wanita berpendidikan ternyata lebih kuat dibanding ekonomi. Jadi, jika ingin tetap sehat, tercegah dari berbagai penyakit dan hidup lebih panjang, carilah wanita cerdas untuk dinikahi.</p>
<p><em><strong>hm&#8230;setujukah Anda..??<br />
Kalau dengan penelitian yang ini, setuju gak..? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
</strong></em><br />
<strong>Rahasia Pernikahan Awet, Cari Istri yang Lebih Muda<br />
</strong><br />
Jakarta, Beruntunglah pria yang memiliki pasangan lebih muda darinya. Peneliti di Inggris sudah membuktikan bahwa istri muda adalah sumber kebahagiaan. Pria yang menikah dengan wanita yang 5 tahun lebih muda akan lebih bahagia dan langgeng.</p>
<p>Dalam European Journal of Operational Research, peneliti dari Bath University mengatakan bahwa pria yang menikah dengan wanita yang lebih muda diprediksi akan memiliki rumah tangga yang bahagia.</p>
<p>Sebanyak 1.500 pasangan suami istri dilibatkan dalam studi yang berlangsung selama 5 tahun ini. Pada akhir studi, peneliti menganalisa pasangan mana yang bisa mempertahankan perkawinannya paling lama.</p>
<p>Dan hasilnya ternyata, suami yang memiliki istri yang usianya 5 tahun lebih tua darinya, risiko bercerai akan meningkat sebanyak 3 kali dibanding jika menikah dengan istri yang berumur sama.</p>
<p>Hal itu justru berlawanan jika suami memiliki istri yang lebih muda 5 tahun darinya. Peneliti mengatakan risiko bercerai akan lebih kecil.</p>
<p>Seorang wanita asal Bristol, Marion Monahan mengatakan bahwa sejak dahulu wanita memang disarankan memiliki suami yang lebih tua darinya agar bisa melindungi keluarga. &#8220;Tapi saat ini, banyak pria yang mencari wanita yang lebih matang, berpendidikan dan sudah bekerja,&#8221; ujar Monahan seperti dikutip dari BBC, Selasa (27/10/2009).</p>
<p><img class="alignnone" src="http://3.bp.blogspot.com/__0qJRQgwHWs/Rm_4fKclTuI/AAAAAAAAABM/KIKfn9BAaOo/s400/woman.gif" alt="" width="207" height="302" /><br />
<em><strong>* <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  semuanya dapet <a href="http://health.detik.com/read/2009/10/27/180007/1229662/766/rahasia-pernikahan-awet-cari-istri-yang-lebih-muda">dari sini</a><br />
</strong></em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azti.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azti.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azti.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azti.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azti.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azti.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azti.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azti.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azti.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azti.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azti.wordpress.com&blog=884953&post=163&subd=azti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azti.wordpress.com/2009/10/27/163/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3443022a8f893527c8a22a0c4eec05f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/_OcI2VgV9GOg/Sj9GhrZLf9I/AAAAAAAAAAM/QfA-Oeh9XSM/S220/akhwat2.gif" medium="image" />

		<media:content url="http://3.bp.blogspot.com/__0qJRQgwHWs/Rm_4fKclTuI/AAAAAAAAABM/KIKfn9BAaOo/s400/woman.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Resensi buku &#8220;Keep Smiling 4 MOm!&#8221; (buku gw:D</title>
		<link>http://azti.wordpress.com/2009/09/27/resensi-buku-keep-smiling-4-mom-buku-gwd/</link>
		<comments>http://azti.wordpress.com/2009/09/27/resensi-buku-keep-smiling-4-mom-buku-gwd/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 18:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aZti aRlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Pena Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azti.wordpress.com/?p=148</guid>
		<description><![CDATA[hayyaa.. ini resensi pertama yang saya tulis 
secara ini adalah buku yang sy tulis sendiri (hehe..) tapi memang setelah lebaran ini punya niat untuk mresensi minimal dua buku setiap bulan. dan buku pertama yang akan sy resensi adalah buku sy sendiri !! (jadi.. maaf2 aja kalo agak2 memihak gitu..  
kurang lebih buku ini adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azti.wordpress.com&blog=884953&post=148&subd=azti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><img class="alignright" src="http://images.astynich.multiply.com/image/HbzGjg03BW4UYA-9JoI59Q/photos/1M/1200x1200/166/5612-1152835234985-1650795836-398397-3723628-n.jpg?et=idxiK4niiY493uutr0849g&amp;nmid=0" alt="" width="286" height="180" />hayyaa.. ini resensi pertama yang saya tulis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /><br />
secara ini adalah buku yang sy tulis sendiri (hehe..) tapi memang setelah lebaran ini punya niat untuk mresensi minimal dua buku setiap bulan. dan buku pertama yang akan sy resensi adalah buku sy sendiri !! (jadi.. maaf2 aja kalo agak2 memihak gitu.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>kurang lebih buku ini adalah resume dari hasil saya kerja setahun di sebuah majalah islam. saat itu saya diamanahi di rubrik psikologi keluarga. walhasil, jadilah saya yang waktu itu masih imut-imut bibeh mempelajari masalah2 orang dewasa <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>inti di buku ini saya coba merangkum beberapa hasil curhat para ibu-ibu hebat dalam menjalani perannya sebagai madrasah bagi anak-anaknya. diantaranya : astrie ivo, bu wirrianingsih, anneke putri, dan dian syarif.<br />
masing-masing dari mereka memiliki cerita dan pengalaman unik serta hikmah yang bisa kita ambil, dalam menjalani perannya sebagai ibu.</p>
<p>selain itu, saya juga coba memasukkan hasil penuturan nara sumber seperti bunda neno warisman, elly risman, Ratih Sang, kak seto, dsb dalam buku ini. yaitu bagaimana seharusnya seorang ibu itu bangga menjalani fitrahnya sebagai wanita di rumah, yang bertanggung jawab terhadap anak-anak. atau bagaimana seharusnya seorang ibu menyikapi karir dan rumah tangga.dan ada juga kiat-kiat agar menjadi ibu yang selalu bahagia,, bebas dari jenuh dan bosan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>selain itu, saya juga coba memasukkan nilai-nilai religi dalam buku tersebut. berawal dari bagaimana keisitimewaan seorang wanita dalam pandangan islam. tentunya dibandingkan dengan bagaimana agama-agama lain memberi drajat dan penghormatan kepada seorang wanita. hm.. saat saya menulis ini, tentunya saya bersyukur sekali karena terlahir sebagai wanita islam. karena islam begitu sempurna menghormati wanita.</p>
<p>selain itu tertulis juga bagaimana Al-qur&#8217;an menceritakan wanita-wanita dalam al-qur&#8217;an. yang bukan hanya kisah-kisah baik&#8230; seperti aisyah, asiyah, maryam al-qibti, dsb. tapi Al-qur&#8217;an juga menceritakan wanita-wanita yang dilaknat Allah seperti istri nabi Hud, dsb. saya juga melampirkan bagaimana Rasulullah memuliakan para wanita, serta kisah-kisah sahabat yang begitu memuliakan wanita.</p>
<p>intinya, buku ini adalah wanita bangeeet !<br />
cocok juga untuk para lelaki yang ingin memahami wanita <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azti.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azti.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azti.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azti.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azti.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azti.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azti.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azti.wordpress.com/148/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azti.wordpress.com/148/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azti.wordpress.com/148/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azti.wordpress.com&blog=884953&post=148&subd=azti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azti.wordpress.com/2009/09/27/resensi-buku-keep-smiling-4-mom-buku-gwd/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3443022a8f893527c8a22a0c4eec05f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.astynich.multiply.com/image/HbzGjg03BW4UYA-9JoI59Q/photos/1M/1200x1200/166/5612-1152835234985-1650795836-398397-3723628-n.jpg?et=idxiK4niiY493uutr0849g&#38;nmid=0" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kado Umroh Untuk Ibu =Alhamdulillah buku saya terbit :)</title>
		<link>http://azti.wordpress.com/2009/09/05/kado-umroh-untuk-ibu-alhamdulillah-buku-saya-terbit/</link>
		<comments>http://azti.wordpress.com/2009/09/05/kado-umroh-untuk-ibu-alhamdulillah-buku-saya-terbit/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Sep 2009 05:27:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aZti aRlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Pena Info]]></category>
		<category><![CDATA[Pena Psikologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azti.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Pernah punya impian menghadiahkan kado untuk ibu mu..??
Saya yakin, setiap kalian pasti punya. Kecuali kalau kalian termasuk anak durhaka kaya malin kundang (hehe)
Saya pribadi sangat punya impian tersebut, dulu waktu pertama kali kerja.. ingin rasanya membelikan kado untuk ibu di gaji pertama saya, tapi.. entahlah.. saya bingung apa yang harus saya berikan, mengingat waktu itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azti.wordpress.com&blog=884953&post=143&subd=azti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><em><strong>Pernah punya impian menghadiahkan kado untuk ibu mu..??</strong></em><br />
Saya yakin, setiap kalian pasti punya. Kecuali kalau kalian termasuk anak durhaka kaya malin kundang (hehe)</p>
<p>Saya pribadi sangat punya impian tersebut, dulu waktu pertama kali kerja.. ingin rasanya membelikan kado untuk ibu di gaji pertama saya, tapi.. entahlah.. saya bingung apa yang harus saya berikan, mengingat waktu itu gaji saya Cuma 1.5 juta. Sedangkan.. untuk standar ibu saya.. -yang pengusaha-.. uang tersebut pastilah bukan apa-apa. Meskipun saya tau seorang ibu tak akan melihat materi dari pemberian anaknya. tapi hal tersebut nyatanya sempat membuat saya bingung, belikan baju? Tas? Sepatu? Sandal? Jilbab..?? ah.. ibu termasuk orang yang idealis banget untuk hal begituan, percuma saya belikan juga ibu tau mana barang bagus dan mana barang begajulan.. hehe,,</p>
<p>Setelah ditanya: ternyata ibu minta dibelikan durian.. alhamdulillah gaji pertama saya mampu membelikan ibu sebuah durian yang harganya 30 ribu rupiah.</p>
<p>Berlanjut.. tentunya durian saja tidak akan cukup dong dijadikan sebuah hadiah untuk wanita setangguh ibu. Saya berfikir.. kira-kira kado apa yang pantas untuk ibu..??<br />
Hm.. selidik demi selidik, dari dulu ibu lagi kepingin banget dua hal. Yaitu : umrah with keluarga, dan ibu pingin punya mantu lagi (permintaan yang kedua itu sangat menyudutkan saya, hehe..</p>
<p>Dalam hati, saya pun bertekad untuk mewujudkan keduanya. tiba-tiba saya tertantang untuk mengumpulkan uang untuk umrah. Sebenarnya bukanlah hal yang sulit bagi orang tua saya mengumpulkan uang untuk umrah keluarga. Alhamdulillah Allah memberikan kami pintu rejeki yang senantiasa dipermudah (semoga begitupun seterusnya). Tapi masalahnya, ayah bukan typical orang yang seperti itu. Prinsip ayah, ibadah kok jauh-jauh.. lihat disebelah kita pun masih banyak yang kekurangan.<br />
Jadilah ayah lebih senang mengumpulkan uang untuk membantu kegiatan-kegiatan social. Lebih senang membagi uang untuk para janda, membantu orang yang kelilit hutang dan memikirkan solusinya, memberikan beasiswa untuk anak-anak yang ga mampu, mengumpulkan uang untuk merenovasi musholah, dsb. Sekali lagi prinisip ayah : “haji sudah cukup toh, uang nya digunakan untuk ibadah yang lain saja..”</p>
<p>Jauh di lubuk hati.. saya tau ayah juga merindukan baitullah. Keinginan untuk umrah keluarga tentu ada. (siapa sih yang ga mau..) apalagi jika di keluarga sudah lengkap dengan mantu dan cucu, tentu kebahagiaan sendiri untuk orang tua. Tapi prinsip ayah untuk yang satu itu sangat kuat. Namun syukur alhamdulillah.. setidaknya, ayah mengajarkan kami tentang prioritas sebuah ibadah. Ibu pun kadang hanya suka tersenyum faham mendengar penuturan ayah.</p>
<p>Mengenai niat saya mengumpulkan uang untuk memberangkatkan umrah ibu –juga ayah tentunya-, mungkin terlalu jauh. “mimpi lo tie..?” tapi entahlah, saya sudah mencatatnya dala peta hidup saya. Lebih bahagia lagi kalau bisa berangkat haji bareng orang tua, suami dan mertua. (hehe). Setidaknya saya yakin, Allah pasti membantu niat saya.</p>
<p>Langkah besar di mulai dari langkah-langkah setapak. Saya pun mencoba membuat langkah-langkah setapak untuk mencapai hal tersebut.<br />
Agak mustahil kedengarannya, kalau saya mengumpulkan uang dengan menulis buku. Jatuh bangun. Jungkir balik. Ga karuan. Revisi sana-sini. Tapi alhamdulillah.. kemarin lusa saya menerima sms dari editor, bahwa buku saya sudah selesai dan akan didistribusikan.</p>
<p>Sekali lagi, alhamdulillah..</p>
<p>Sebenarnya ga ada yang istimewa dari buku kedua saya ini (buku pertama yang saya tulis sendirian). Tapi satu hal yang membuat saya merasa buku ini istimewa adalah… buku ini benar terinspirasi dari ibu saya, juga dipersembahkan untuk ibu saya..<br />
Rasanya tak sabar ingin menyerahkan buku ini sambil mencium punggung tangan beliau.. (sepertinya moment lebaran bagus nih.. bakalan jadi episode termehek-mehek. hehe.. )</p>
<p>Dan seperti rencana awal, memang buku ini saya tulis sebagai tabungan awal untuk umrah/ haji keluaga. Hehe .. (selanjutnya saya menghitung, berapa buku yang harus saya tulis ya sampai cita-cita itu tercapai.. ^_^</p>
<p>Meskipun ketika saya croscek ulang, ternyata keinginan ibu untuk umrah tidak menggebu-gebu seperti dulu. “ibu pingiin punya mantu dulu aja deh.. biar nanti lengkap umrahnya…” katanya datar. ***</p>
<p style="text-align:center;"><strong>Kalian juga bisa menghadiahkan buku ini untuk ibu kalian..</strong></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" title="5612-1152835234985-1650795836-398397-3723628-n" src="../files/2009/09/5612-1152835234985-1650795836-398397-3723628-n.jpg" alt="5612-1152835234985-1650795836-398397-3723628-n" width="300" height="189" /></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;"><span style="font-weight:bold;">Simak sharing para ibu :</span><br />
yang dialami oleh <strong>Astri Ivo</strong> sebagai seorang ibu dari ke 4 anaknya..</p>
<p>juga <strong>Dra.Wirrianingsih</strong> yang berhasil mendidik ke-10 anaknya sebagai penghafal Al-Qur&#8217;an</p>
<p>ada lagi kisah <strong>Anneke Putri</strong> yang meninggalkan dunia keartisan, dan memilih untuk fokus menjadi ibu rumah tangga</p>
<p><strong> semuanya ada di sini.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">*pesan langsung bisa melalui saya <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azti.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azti.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azti.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azti.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azti.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azti.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azti.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azti.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azti.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azti.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azti.wordpress.com&blog=884953&post=143&subd=azti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azti.wordpress.com/2009/09/05/kado-umroh-untuk-ibu-alhamdulillah-buku-saya-terbit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3443022a8f893527c8a22a0c4eec05f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/09/5612-1152835234985-1650795836-398397-3723628-n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">5612-1152835234985-1650795836-398397-3723628-n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Bunda..Bunda..&#8221;</title>
		<link>http://azti.wordpress.com/2009/03/25/bundabunda/</link>
		<comments>http://azti.wordpress.com/2009/03/25/bundabunda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 18:39:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aZti aRlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Parenting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azti.wordpress.com/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[‘Nda…Nda…’ pagi itu, bibir mungilnya berhasil melafadzkan kalimat tersebut. Memanggil kata “bunda” meski masih dengan vokal yang cadel. ‘nda..nda&#8230;” awalnya aku sama sekali tidak menyadari, aku hanya berlalu tidak menanggapi sama sekali. Sampai akhirnya bocah kecil itu menyusul ke kamarku, dan mengulangi kata baru itu dari bibirnya : “nda..nda…”

“oh, manggil Bunda ya…?? Aduh….” Jelas aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azti.wordpress.com&blog=884953&post=112&subd=azti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>‘Nda…Nda…’ pagi itu, bibir mungilnya berhasil melafadzkan kalimat tersebut. Memanggil kata “bunda” meski masih dengan vokal yang cadel. ‘nda..nda&#8230;” awalnya aku sama sekali tidak menyadari, aku hanya berlalu tidak menanggapi sama sekali. Sampai akhirnya bocah kecil itu menyusul ke kamarku, dan mengulangi kata baru itu dari bibirnya : “nda..nda…”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">“oh, manggil Bunda ya…?? Aduh….” Jelas aku girang bukan kepayang. Toh selama ini ia hanya tidak bisa memanggil aku. Sedangkan untuk memanggil yang lain, ‘umi..abi..om .. nenek. Kakek.. tante..’ sudah terdengar fasih sekali.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">“coba panggil lagi.. bunda..bunda…’</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR">‘nda..Nda&#8230;’ katanya mengulang. Lucu sekali.<br />
</span></p>
<p><span class="insertedphoto"><a href="http://astynich.multiply.com/photos/hi-res/upload/Scp5ZwoKCH0AAC6h9fg1"><img class="alignleft" style="width:226px;height:169px;" src="http://images.astynich.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Scp5ZwoKCH0AAC6h9fg1/Foto032.jpg?et=pXPlZRcKKRq7BngmRyw9KA&amp;nmid=0" border="0" alt="" /></a></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"> Anak itu, bukanlah anakku. Ia anak kakakku. Dulu waktu baru lahir sempat terjadi diskusi kecil tentang panggilan masing-masing. “panggil nenek atau eyang uti ya..?? atau nini..??” ‘panggil kakek atau abah ya&#8230;?” dsb. Begitupun denganku. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk dipanggil Bunda saja. Toh kedengerannya lebih ‘enak’ ketimbang dipanggil tante yang kesannya kecentilan *hehe. kalau dipanggil ‘Ammah kayanya soleh banget. Bunda kayanya lebih enak, lebih akrab. Panggilan Bunda ini juga rencananya bukan hanya untuk dia, para ponakanku. Tapi untuk anakku kelak. Insya allah beberapa tahun lagi aku juga akan punya anak kan..? *ehem, nikah saja belom <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-112"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="PT-BR"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT">‘.. nda.. ini..ini..’ kali ini sambil menggoyangkan tangannya. Mengisyaratkan agar aku ke tempatnya. Oh..maksudnya ‘bunda.. kesini..kesini..’ rupanya. Aku senang sekali mendengarnya. Dan tau sendiri kan bagaimana anak kecil yang baru bisa kosakata baru, pasti ia akan mengulangnya terus dan terus. Walhasil, hari ini aku GR bukan kepayang,<span> </span>lantaran ia memanggilku berulang-ulang. “nda..nda..’</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT">Tiba-tiba aku jadi tau bagaimana kebahagiaan seorang ibu ketika pertama bisa mendengar namanya dipanggil dari bibir buah hatinya. Aku bisa membayangkan bagaimana bangganya ia, ketika segala sesuatu yang terjadi, pasti ia lah yang akan dipanggil pertama oleh buah hatinya. Bangun tidur sang anak akan memanggilnya : “Mama&#8230;”, takut sesuatu sang anak akan menjerit dan minta pertolongan kepadanya: “Mama&#8230;”, mau sesuatu, lapar, haus, pipis, sakit, senang, pasti ia akan memanggil nama tersebut. Sungguh aku bisa membayangkan kebahagiaan menjadi seorang ibu kala itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT">Dan tiba-tiba, aku juga jadi teringat obrolan singkat bersama seorang klien di sebuah pesan messanger. Salah satu keunggulan punya bisnis online memang seperti ini, tanpa sadar kadang jadi sangat akrab dengan klien, meski hanya sering bertemu di dunia maya. Kurang lebih beginilah kutipan percakapann kami :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT">“ kalau anakku yang terakhir paling kasihan mbak,, saat ia kecil kurang perhatian kami orang tuanya, saat itu kami sangat sibuk dengan pekerjaan. Bahkan Mbak, ia baru bisa memanggil saya Mamah ketika di usia hampir dua tahun. Padahal jauh sebelumnya ia sudah sangat fasih memanggil nama ‘bibi&#8230;’.apakah itu tidak menyedihkan Mbak&#8230;?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT">Mendengar cerita tersebut aku tercengang, menelan ludah. Aku yang belum pernah memiliki anak ini sempat bingung, benarkah ada hal seperti itu?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT">Namun kenyataannya memang ada di depan mata.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT">Meski aku yakin, cinta ia kepada anak-anaknya sungguh begitu besar mengalahkan siapa pun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT">“ yang penting ketika dewasa ia menjadi anak sholeh bu,, dan berbakti pada orang tuanya..” kataku saat itu, bingung harus berkata apa.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT">‘semoga ya Mbak&#8230; sekarang aku udah mundur dari proyek, aku ingin banyak mengghabiskan waktu bersama anak-anak aja mbak, jadi sekarang aku lebih banyak bobo dan main sama anak-anak.. hehehe ’”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="NL">“wah.. seru dong bu.. kalo gitu met bobo dan main deh..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="NL"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="NL">Percakapan kami pun berkahir. Tanpa sadar aku tersenyum lega.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="NL"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="NL">Aku faham ini adalah PR besar yang telah Allah tunjukkan padaku. cukuplah peristiwa memilukan itu terjadi pada ibu itu saja, tidak terjadi pada ibu-ibu lain, terutama pada diriku kelak. Semoga ya Allah..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT">“karuniakanlah kami mata hati untuk bisa memberikan cinta&#8230;”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="IT"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="IT"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azti.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azti.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azti.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azti.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azti.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azti.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azti.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azti.wordpress.com/112/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azti.wordpress.com/112/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azti.wordpress.com/112/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azti.wordpress.com&blog=884953&post=112&subd=azti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azti.wordpress.com/2009/03/25/bundabunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3443022a8f893527c8a22a0c4eec05f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azti</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://images.astynich.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/Scp5ZwoKCH0AAC6h9fg1/Foto032.jpg?et=pXPlZRcKKRq7BngmRyw9KA&#38;nmid=0" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>