<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ruang _pena &#187; pena opini</title>
	<atom:link href="http://azti.wordpress.com/category/pena-opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://azti.wordpress.com</link>
	<description>meski hanya goresan pena, namun ia mampu bercerita</description>
	<lastBuildDate>Sat, 12 Dec 2009 10:39:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='azti.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c44473401c0a86b0bbebebdfda9be563?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ruang _pena &#187; pena opini</title>
		<link>http://azti.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://azti.wordpress.com/osd.xml" title="ruang _pena" />
		<item>
		<title>STOP!! Film ber-Genre Seks!</title>
		<link>http://azti.wordpress.com/2008/05/06/stop-film-ber-genre-seks/</link>
		<comments>http://azti.wordpress.com/2008/05/06/stop-film-ber-genre-seks/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 08:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aZti aRlina</dc:creator>
				<category><![CDATA[pena opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://azti.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Berawal dari peluncuran film Quickie Ekspress akhir tahun lalu, film komedi yang disutradarai oleh Dimas Djayaninggrat dan mengangkat bintang baru Sandra Dewi ini ternyata mendulang sukses. Bukan lantaran film komedi, tapi lebih kepada film tersebut ber-genre seks. Hal yang tabu dimasyarakat kita namun ternyata banyak dicari.
Selang beberapa bulan (januari 2008) film sejenis dengan judul ‘kawin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azti.wordpress.com&blog=884953&post=37&subd=azti&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Berawal dari peluncuran film <em>Quickie Ekspress</em> akhir tahun lalu, film komedi yang disutradarai oleh Dimas Djayaninggrat dan mengangkat bintang baru Sandra Dewi ini ternyata mendulang sukses. Bukan lantaran film komedi, tapi lebih kepada film tersebut ber-genre seks. Hal yang tabu dimasyarakat kita namun ternyata banyak dicari.<br />
Selang beberapa bulan (januari 2008) film sejenis dengan judul ‘kawin kontrak’ produksi MVP Pictures pun hadir. Menceritakan anak-anak SMA yang membayar seorang calo, untuk menumpahkan nafsunya dengan cara kawin kontrak. </span><span id="more-37"></span><span>Bahkan di film tersebut sangat jelas adegan pornografi mereka ketika mengenakan pakaian SMA, yang sedang membayangkan kecantikan ibu gurunya ketika mengajar.<span> </span>Lagi-lagi Kawin Kontrak sukses dengan meraup lebih dari satu juta penonton. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Kemudian, berturut-turut<span> </span>hadir lagi film sejenis berjudul <em>Extra Large</em> (Februari 2008) dan <em>Drop Out</em> (Maret 2008). Keduanya juga sukses bertahan berminggu-minggu di bioskop nasional. Tidak berakhir disini, masih ada sederetan film-film ber-genre seks yang sedang diagendakan untuk menjadi sajian masyarakat kita selama setahun kedepan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Seperti film berjudul “ML” (Mau Lagi) yang siap tayang pada 18 Mei 2008 ini. Menurut Indika Shanker, sang produser film ini, “ML” adalah adaptasi dari American Pie, film komedi seks asal Hollywood. Entah bagaimana adegan film tersebut, apakah benar-benar akan seperti para artis Hollywood?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Menyusul film berikutnya berjudul “<em>Big Size</em>, Mas!” yang sudah disiapkan untuk bulan juli 2008 mendatang. Sama seperti sebelumnya, film tersebut menghadirkan premis situasi yang penuh “gejolak” di sebuah rumah susun. Mulai dari pak RT yang naksir dengan tetangganya yang seksi, sampai penghuni rumah susun lain yang gemar mengintip perempuan seksi lagi mandi. <em>Naudzubillah..</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:0.5in;"><span>Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, MVP Pictures juga sedang menyiapkan Kawin Kontrak-2 untuk akhir tahun ini. Entah isu seks apa lagi yang akan diangkatnya. Jika kondisinya seperti ini, kapankah mata masyarakat bisa beristirahat dari tayangan-tayangan tersebut?</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Sangat memprihatinkan kondisi ini mengingat <span> </span>sasaran dari film-film tersebut adalah para pemuda, calon generasi bangsa. Usia mereka yang seharusnya sedang produktif kini telah digerogoti oleh tontonan-tontonan tersebut. Bisa dilihat bagaimana kondisi bangsa ini kedepannya jika generasinya sekarang telah krisis moral, akidah, akhlaq, dan intelektual.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span> </span>Herannya, kenapa rumah-rumah produksi film tidak memikirkan hal ini? Mereka hanya egois melihat kepentingannya sendiri. satu film ber-genre komedi seks laris, maka muncullah film-film sejenis yang tak kalah menguntungkannya. Kasihan sekali masyarakat kita, sudah miskin ekonomi kini juga miskin tayangan.</span></p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><span> </span>Ironisnya lagi, dimanakah para Bapak-bapak kita yang duduk di teras pemerintahan? Dimana badan sensor per-filman Indonesia?<span> </span>Apakah mata dan telinga mereka tertutup? Atau mereka tau namun tidak berdaya karena terlalu sibuk menghitung uang yang diterima? Konon katanya, transaksi lulus sensor itu sangat mudah sekali, bahkan cukup dilakukan di lapangan parkir. Entahlah.., jika kondisinya memang seperti itu, maka tak aneh berita pemerkosaan, pelecehan seksual, aborsi, dan sejenisnya selalu tampil di media kabar. Seakan tak akan ada habis-habisnya</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/azti.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/azti.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/azti.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/azti.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/azti.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/azti.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/azti.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/azti.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/azti.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/azti.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/azti.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/azti.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=azti.wordpress.com&blog=884953&post=37&subd=azti&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://azti.wordpress.com/2008/05/06/stop-film-ber-genre-seks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f3443022a8f893527c8a22a0c4eec05f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">azti</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>