Rindu Surat..Rindu Pak Pos :)

Arlina Tercinta..
bersama surat ini kukirim padamu sepotong senja
-dengan angin, debur ombak, matahari terbenam dan cahaya keemasan.
Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap…??
*

tanpa basa-basi, saya merindukan surat. surat yang tertulis untuk saya. surat yang ditulis dengan harapan besar si penulis agar goresan pena nya terbaca. dan sebuah surat yang juga dinanti oleh si penerima yang membuka amplopnya dengan sejuta sensasi. ingat benar di kepala saya dimana bapak berseragam ‘oren-oren’ itu terlihat diujung gang rumah. saya yang akan setia menantinya depan rumah menyapa : “adakah surat untuk saya, Pak..??”

tanpa basa-basi, saya merindukan surat. sama seperti sepuluh tahun lalu, menanti surat dari teman Pena yang saya kenal dari sebuah korenpondensi di buku LKS Kunti. (ada yang ingat buku SD yang berisi soal-soal dengan merk Kunti..?? :)
biasanya, di cover belakang setiap bulannya selalu berisi wajah-wajah teman baru dari penjuru daerah. selain foto 2X3, mereka juga memberikan biodata singkat ;nama, alamat, asal SD, cita-cita dan hobi. (tentu biodata itu bukan untuk cari jodoh, hehe). dan saya adalah siswa SD yang saat itu senang bersurat. hanya singkat,,
“hai.. saya dari SD ini.. saya kenal kamu di buku Kunti. saya juga punya hobi korespondensi dst…”
dari surat menyurat itu, perangko nya saya berikan kepada sahabat yang punya hobi mengumpulkan perangko. apatuh namanya.. ya, Filateli.

Tanpa basa-basi, saya merindukan surat. Hmm.. yang ini mungkin agak memalukan. tapi jujur, dulu saya senang bersurat pada artis-artis cilik seperti Dhea Ananda, Leony, Agnes Monica, Chikita Meidy, Enno Lerian, dsb. dan see…?? diantara teman yang lain, saya lah yang paling banyak mengoleksi foto artis-artis tersebut :) siapa siih yang jaman dulu gak ngefans ama Bondan si Lumba-Lumba..?? dan saat itu fotonya selalu saya bawa kemanapun. saya pamerkan jika ada kesempatan. hehe..
kok bisa sih surat-suratan ama artis cilik..??
seingat saya, dulu waktu beli majalah BOBO, ada edisi profil artis gitu. dan tercantum biodata singkatnya. saya pun paling rajin mengumpulkan kliping profil artis-artis tersebut (makluum,,obsesi jadi artis sih ;P dan sesekali saya bersurat pada mereka.
isi suratnya..?? singkat aja kok..

salam kenal Dhea.. aku suka banget deh kalo nonton kamu di acara “klap-klip…di TPI. diantara Trio Kwek-Kwek, aku juga paling suka ama suaramu. dan lagu favoritku adalah lagu “baju baru Ahamdulillah..”. kamu sangat cantik saat menyanyikan lagu itu.
Oya Dhea,, saya berharap bisa berteman dengan kamu. dan saya ingin sekali punya foto mu. terima kasih banyak sebelumnya.. semoga kita bisa menjadi sahabat ya..”

selang beberapa minggu kemudian, bapak berseragam ‘oren’ itu melempar amplop ke dalam pagar saya. dan..tertulislah nama pengirim disana : Dhea Ananda. wheww.. didalamnya pun sudah ada postcard dengan foto Dhea Ananda.tentu saya girang bukan kepayang.
satu-persatu, foto artis tersebut memenuhi mading di kamar saya. sesekali saya pajang di buku diary, dan siap saya pamerkan kepada siapapun yang ingin lihat, hehe.

tanpa basa-basi, saya merindukan surat. terlebih saat sekarang, dimana teknologi sudah semakin canggih. surat bisa langsung diterima dalam hitungan detik melalui makhluk yang bernama internet. pesan singkat yang dulu dikirimkan Pak Pos dengan Telegram telah tergantikan oleh SMS, bahkan kini biaya menelpon pun gratisan sampai dower.
maka benda yang terbalut amplop itu pun semakin tersingkirkan. kecuali untuk hal-hal formal saja mungkin. dan itu tidak membawa sensai apa-apa. beda dengan jaman dulu.. bahkan seorang Vina Panduwinata sampai mendeskripsikan perasaan surat-menyuratnya dalam sebuah lagu : surat cintaku yang pertama..

lagi-lagi, maka tak aneh kan kalau akhirnya saya rindu surat. surat yang memang ditujukan untuk saya.. dan dikirim oleh orang yang memang berurusan dengan saya. masih adakah mereka yang menjual aneka kertas surat dan amplop, dan menulis surat dengan pulpen tinta yang wangi..?? masih adakah mereka yang gelisah menanti Pak Pos..??

mengingat ulang.. kapan ya terkahir saya menerima surat yang mendebarkan..?? hm, yup. ketika kelas 3SMA. tapi itu pun dari Diknas, yang membawa kabar kelulusan hingga membuat saya bersujud mencium tanah.

lalu kapan ya terakhir saya menulis surat (surat sebenar-benarnya surat)…? hm.. yup. kelas 3SMP. itu adalah surat sangat spesial yang pernah saya tulis dengan kertas terbagus dan tinta terindah. kata-katanya saya rangkai berbulan-bulan. surat yang saya tujukan pada seorang jagoan basket di sekolah.
“ini jaman emansipasi wanita.. gada salahnya kalo cewek ‘nembak’ duluan..” kata teman-teman. maka saya pun mengikuti saran tersebut. inti suratnya begini :

“.. gatau kenapa.. pertemanan kita yang begitu dekat ternyata membuat perasaan ini beda.. maaf kalo aku harus merusak persahabatn kita, karena aku suka kamu..”

itu adalah hari terkhir kami masuk sekolah, karena setalah itu kami akan melanjutkan ke SMA. dan karena surat itu begitu spesial, maka saya tak meminta pak Pos mengantarkan. tapi akan saya antar sendiri.
siapa sangka.. ternyata si jagoan Basket itu juga mengirimkan sebuah surat buat saya. jadi saat itu di depan gerbang sekolah, kami bertukaran surat. kebayang gak sih kalo jadi saya saat itu.. gadis ABG yang baru tau ‘love’. dengan sejuta rasa saya langsung lari pulang ke rumah, lalu masuk kamar mandi. menutup pintu rapat-rapat. bukan karena kebelet pipis. tapi saya pingin membaca surat itu sendirian. gak boleh ketauan siapa pun. apalagi orang tua.
maka surat itu pun saya baca, begini isinya :

“karena kita sudah lama bersahabat.. maka aku tak ragu menceritakan padamu. bahwa sebenarnya selama ini aku menyukai dia..”

GLEK. agak gak percaya. tapi itulah kenyataanya.. ternyata dalam surat itu ia minta tolong ‘comblangin’ dengan sahabat saya.

begitulah surat..hanya sebuah kertas.. tapi mampu memberikan sejuta rasa.
maka tak salah kan, kalau akhirnya saya rindu surat :)

*surat diatas adalah potongan Cerpen “Sepotong Senja Untuk Pacarku”
karya Seno Gumira Ajidarma. dengan mengganti nama Arina menjadi Arlina ;)