Seminggu sudah berlalu, dari waktu aku memulai marketing usaha baru ku ke beberapa teman di luar kota, memang belum jauh-jauh, terdata baru belasan orang di daerah jabodetabek. Tapi.. seminggu ini belum ada respon apa-apa. Jangankan dari pembeli, dari para reseller pun seperti tak ada. Sempat ada bisikan-bisikan pesimis di hati, “atau mungkin usaha ku akan gagal..?’ sering juga terbesit pertanyaan dihati : ‘atau harganya mahal? Produk kurang menarik? Sistem ga menguntungkan..?” dsb. yang pasti, setiap hari aku selalu menanti dan menanti, mengalahkan kecemasanku ketika menanti jawaban dari seorang kekasih.
Entah, aku kegandrungan setan apa hingga bisa sekhawatir ini. Entah kemana jiwa optimisme dan kenekad-an aku yang ada selama 23 tahun ini. Tapi.. sungguh aku khawatir. Mengingat impianku yang begitu tinggi, aku ingin mandiri secara finansial. Ga perlu lagi bergantung pada orang tua, bahkan aku ingin sekali keuntungan dari usaha ini bisa menjadi tempat bergantung orang tua ku dan orang banyak.
Banyak cita-cita yang sudah ku tulis. Peta hidup tersusun rapi kedepannya. Dan itu butuh dana yang lumayan ; mulai dari menikah, melanjutkan studi ke luar negri, sampai berangkat umrah dan haji bersama keluarga besar, dan mendirikan sekolah untuk anak-anak terlantar.. Plan-plan itulah yang senantiasa memotivasiku untuk terus bangkit dan bangkit mengembangkan usaha ini. Meski memang awalnya hanya setengah hati.
Ya, setengah hati. Orang tua ingin sekali anaknya -yang punya hobi gila menulis ini- memiliki usaha butik yang lebih maju dari mereka.
Aku faham, teori niat. Jika niat setengah maka usahanya pun setengah, dan dampaknya pun akan sangat terlihat bagaimana hasilnya. Maka atas dasar itulah, dasar bi’rul walidain yang paling terbesar, Aku menfokuskan semua total kesini. Ku singkirkan semua cita-cita untuk jadi penulis dan pemain piano handal. *Sambil tetap berharap dalam hati, cita-cita tersebut akan tetap ku gapai kelak di usia kepala 4.
Sekarang niat sudah ku fokuskan, usaha terus ku maksimalkan.. sambil terus menunggu.. adakah satu atau dua orang yang merespon usaha baruku ini..???
Seminggu berlalu… tidak ada satu sms pun berkaitan dengan hal tersebut.
Tiba-tiba sebuah sms datang :
‘ Mbak.. ada yang mau aku tanyakan :
1. kita jualnya harga yang sudah didiskon kan..?
2. kalo beli 10 item minta diskon boleh ga?
3. pesan seragam model dari kita bisa kan/
4. ongkos kirim bagaimana?
sms tersebut, seakan sebuah mukjizat bagiku. Aku tersenyum lebar dan menarik nafas panjang..
“ya allah.. aku tau ini belum apa-apa, tapi hanya Engkaulah yang paling tau, bagaimana gejolak hati ini….”
ya, ditanya saja aku sudah bahagia,
bagaimana jika sudah dibeli.. ![]()
*sejenak merenung, mungkin hal-hal seperti ini yang sering dibilang seru oleh para pengusaha lainnya.
Filed under: Pena Bisnis | Tagged: Diary(calon)Pengusaha



