Lomba Nulis Surat Untuk Pak Presiden 2009 ;)

PPWI Award & Lomba Menulis Surat Buat Presiden – Wakil Presiden RI (2009-2014)

Aspirasi kreatif dan jenius baik berupa ide, gagasan, saran, maupun wacana bahkan “curhat” dari warga biasa kepada para pemimpin bangsa ini, sangat dibutuhkan untuk membantu mempercepat akselarasi pembangunan nasional. Sebab, tanpa adanya masukan dan saran dari rakyat (publik) secara langsung kepada pemimpin nasional, para pemimpin bakal kehilangan salah satu kontrol sosial—bahkan sarana introspeksi diri yang ampuh.
Dilatarbelakangi maksud dan tujuan di atas, Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) menginisiatifi adanya “Lomba (Nasional) Menulis Surat Buat Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2014).” Lomba berskala nasional diperuntukkan bagi masyarakat umum, wartawan, pewarta warga maupun pelajar/mahasiswa.

Lomba ini memperebutkan total hadiah puluhan juta rupiah, yang tersedia bagi 3 (tiga) orang dari masing-masing kategori. Khusus Juara I memperoleh hadiah spesial berupa PPWI Award, dan bagi semua pemenang I, II, dan III, diberikan thropi, piagam penghargaan, uang pembinaan, serta hadiah-hadiah menarik dari sponsor. Selain itu, seluruh naskah yang masuk akan dibukukan dan diserahkan kepada Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih (2009 – 2014).
Adapun syarat-syarat mengikuti acara ini yakni:

* Peserta tidak dipungut biaya apapun untuk mengikuti kegiatan lomba.

* Setiap peserta lomba harus memilih tema-tema lomba yang telah ditentukan panitia yakni:

1) Gagasan dan Harapanku pada Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2014).
2) Merindukan Hadirnya Presiden&Wakil Presiden RI (2009-2014) yang Merakyat.
3) Surat Cinta Sejatiku Buat Presiden dan Wakil Presiden RI (2009-2014).

* Lomba ini terkategorisasikan jadi tiga kelompok: masyarakat umum (kategori A), wartawan dan atau pewarta warga (kategori B), pelajar/mahasiswa (kategori C).

* Setiap peserta lomba boleh mengirimkan naskah lomba maksimal 3 buah; dengan catatan karya yang dikirimkan adalah milik sendiri dan dengan mengambil tema yang berbeda antara satu karya dengan karya lainnya dan bukan hasil tulisan kerjasama dua orang atau secara kelompok.

* Naskah lomba maksimal 3 halaman kuarto (A4), spasi ganda dengan jenis huruf Time New Roman, ukuran 12, margin kanan-kiri-atas- bawah standard.

* Naskah dapat dikirim melalui (pilih salah satu):

1) Situs Pewarta Indonesia di www.pewarta- indonesia. com, dengan memasukkan tulisan suratnya ke dalam rubrik “Inspirasi” dan pilih subkolom “Curhat”, dengan terlebih dahulu mendaftar sebagai penulis DI SINI;

2) Langsung melalui e-mail ke: redaksi@pewarta- indonesia. com This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it ; atau

3) Print-out (hard-copy), ketikan komputer, mesin ketik, atau tulisan tangan, dikirim melalui pos atau jasa pengiriman lainnya ke alamat Sekretariat Panitia Lomba seperti tercantum di bawah pengumuman ini.

* Aspek penilaian terdiri atas:

1) Orisinalitas ide atau gagasan;
2) Gaya bahasa dan estetika;
3) Tata letak dan penggunaan kaidah Bahasa Indonesia yang benar;

* Setiap karya yang dikirimkan (via email, situs, pos) agar dicantumkan data singkat penulis berisi nama lengkap (beserta gelar kalau ada), tempat/tgl lahir, pekerjaan, nomor telepon/HP dan email serta tempat dan tanggal pembuatan surat tersebut, di bagian akhir surat.

* Lomba dimulai pada tanggal 16 Juni 2009 dan berakhir pada tanggal 20 Oktober 2009 pukul 12.00 WIB (cap pos untuk kiriman via pos).

* Pengumuman pemenang akan dilakukan melalui situs: www.pewarta- indonesia. com pada tanggal 1 November 2009 dan pemberitahuan melalui email atau pertelepon kepada para pemenang.

* Keputusan dewan juri tak bisa diganggu-gugat (dewan juri terdiri atas jurnalis, akademikus, novelis).

Sungguh rugi lho kalau tak mengikuti lomba ini, inilah kesempatan emas Anda untuk bisa “bercurhat” dan menyampaikan aspirasi serta gagasan kepada orang nomor satu dan dua (Presiden dan Wakil Presiden RI) di negeri ini. Ayo buruan ikut; ajak famili, rekan, handai tolan dan siapa saja untuk bisa mengikuti perlombaan yang sangat istimewa dan luar biasa ini !!! (**)
Sekretariat Panitia:

Alamat 1:
Gedung Dewan Pers (Jakarta Media Center) Lantai 5
Jl. Kebon Sirih Raya Nomor 32 – 34 Menteng
Jakarta Pusat – Indonesia, 10110;

Alamat 2:
Redaksi Explore Indonesia
Jl. Danau Diatas No. 94 Bendungan Hilir
Jakarta Pusat, Indonesia, 10210

e-mail: redaksi@pewarta- indonesia. com This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it
Telepon: 021-3341766, 5705101, 5708725
Fax: 021-5745224;

PO. BOX 53 JKPJJ.
Handphone: 081371549165 (Shony), 081584021244 (Andy);
Website:
http://www.pewarta- indonesia. com

Jakarta, Juni 2009

Hormat kami,
Pengurus Nasional PPWI

Bisnis Online.. stop atau lanjut ya..??

Kalo diinget2.. ternyata udah ada satu tahun aku menjalani bisnis online. berawal dari sekedar iseng GA NIAT. terus ada kesempatan. terus ogah-ogahan. bahkan sore tadi pun masih mikir.. ini bisnis onlen mau diapain ya..??
dan kalo diinget-inget juga..
ternyata dari keisengan itu memang ada hasil. ya.. mungkin hasilnya juga hanya iseng. tapi secara nominal memang cukuplah.. cukup mempunyai prospek yang bagus.

hm.. lupa gimana ceritanya. yang pasti, dulu saat aku lagi ada di titik jenuh berprofesi sebagai wartawan, juga suasana kantor yang kurang nyaman, akhirnya dengan iseng-iseng buatlah aku sebuah blog di wordpress. tampilannya pun sangat biasa, nama domainnya : www.nurbutikmuslim.wordpress.com (jelas domain ini sangat salah, karena brand produk yang aku jual bukan ‘nur’ melainka ‘noer’)
namanya juga blog.. gada niat jualan. waktu itu hanya kepikiran ingin membuat sebuah blog spesialis busana. kebetulan aku pun ‘doyan’ nge-blog. saat itu juga lagi tenar-tenarnya para blogger yang saling bertukar kartu nama, dan dibawah nama dan nomor Hpnya ada alamat blognya. dan itu sangat2 membuat aku tergoda. akhirnya.. jadilah aku membuat sebuah blog dengan spesifikasi busana.

sebenarnya hal ini terinspirasi dari beberapa teman, contoh : mas jonru yang membuat blog penulislepas.com (padahal beliau bukan seoarng penulis yang ahli2 bgt ttg kepenulisan ;) )
contoh lagi : temanku membuat blog www.stetoskop.wordpress.com. itu tentang semua tentang dokter. banyak juga konsultasi kesehatan. (padahal, temanku itu juga masih mahasiswa tingkat awal fakultas kedokteran..)

well..berarti.. di dunia maya emang kita bisa menyamar menjadi seorang yang ahli dan pakar di mata orang lain :D
akhirnya aku pun membuat hal demikian.
membuat blog tentang tips-tips berbusana, dan menerima konsultasi. dalam satu bulan blog sudah dikunjungi ratusan pengunjung setiap harinya. email pun mendadak penuh, karena banyak sekali yang berkonsultasi tentang fashion. segala yang badannya gemuk lah, yang kurus pingin pakai jas, dsb.

ya. sebagaimana seorang designer yang profesional. jadilah aku yang kelabakan menjawab konsultasi pelanggan. namun saat ini tidak ada yang sulit. semua bisa dicari dengan buka mata buka telinga (cie…)
yup, aku tanya mbah google, aku ke gramed, buka2 majalah dan koran, untuk memberikan solusi-solusi untuk konsumen.
sekali lagi, sama sekali gada niat jualan. niatku ingin membuat blog tanya jawab seputar fashion, dan suatu kelak menuliskannya dalam sebuah buku : “1001 tentang fashion muslimah”. namun yang konsultasi semakin banyak, akhirnya aku kelabakan sendiri. lama-lama, pelayananku tidak maksimal. beberapa mungkin agak kecewa. ada yang sampai sms, kirim email berkali-kali, dsb.

tapi di sisi lain, beberapa orang pun merespon baik. bahkan akhirnya minat rekomendasi busana apa yang pantas. gayung bersambut, aku pun akhirnya menawarkan beberapa koleksi butik ibu ku. sejak saat itulah.. akhirnya aku berjualan di dunia maya. meski tidak niat ! :)

ada saran dari seorang blogger : coba buat di multiply ! karena multiply itu anggotanya mayoritas wanita yang komsumtif, jadi pasarnya bagus. aku pun akhirnya membuat sebuah web di multiply dengan nama www.noerbutikmuslim.multiply.com

selang 6 bulan, aku membuat web-online beneran : www.noerbutikmuslim.com, kali ini lebih elegant dan meyakinkan.  sayangnya, web tersebut ga berfungsi baik. programnya entah apa yang rusak. dan si pembuat tidak bertanggung jawab. ia pergi nomor Hpnya ga bisa dihubungi :(
namun alhamdulillah.. dari web tersebut juga banyak menghasilkan. meskipun pemesanan sangat-sangat manual. yaitu melalui sms, email, dan YM aja. dan dari desain web yang agak bermodal ini, ternyata juga memiliki image tersendiri di mata pengunjung. yang akhirnya semakin menarik pengunjung untuk datang langsung ke butik.
disinilah sangat-sangat terasa bahwa website adalah sarana marketing yang cukup efektif.

suka heran.. sama orang-orang yang cerita kalo dia mendapatkan order jumlah besar dari luar negri. dan alhamdulillah tahun ini aku merasakannya. tahun ini aku mendapatkan pesanan jumlah besar dari banyak kota di indonesia, dan yang paling menyenangkan Singapur dan Qatar pun juga menyambut.

sampai sore tadi.. masih mikir : sebenarnya web-web ini mau diapain ya..?? mau serius ga sih ngejalanin ini..?? toh teman2 yang tidak punya background bisnis pun bisa sukses dengan bisnis online ini. kenapa aku ga bisa..?? selama ini pun menjalani yang hanya ‘main-main’ tapi sudah cukup membawa prospek yang bagus.

akhirnya.. tadi iseng ketik keyword “butik muslim” di google. dan..
nomor 2 – 4 di halaman pertama google adalah web dan blog aku :) :)

=begitu banyak orang yang berebut posisi di halaman pertama google. sekarang aku ada di posisi tersebut, kenapa ga dilanjutin..?? ;)

*sedang mempersiapkan web-store baru untuk ramadhan :)

Jangan Panggil Aku Monyet

SD Tangan-tangan kecil mengkerut itu menuliskan sebaris kalimat “nama saya Septiningsih Abdul, cita-cita ingin disayang semua orang” dengan untaian huruf yang berjejer rapi di secarik kertas.

Boleh jadi Septi, nama akrabnya, memang hanya mencita-citakan satu hal dalam hidupnya yakni diterima dan dicintai semua orang di sekelilingnya dengan kondisi tubuh yang serba kekurangan. Rambut lebat nyaris menutupi sekujur tubuh bocah berusia sepuluh tahun ini.

Tak hanya rambut, yang membuat orang seketika melihatnya mirip primata karena rahang atas dan bawahnya yang menonjol, hidung pesek berbulu halus, kelopak mata melebar ke dahi serta telinga yang hampir tak memiliki lubang.

Awalnya pasti kaget, namun bila sudah berbincang dan menatapnya sekian lama, pandangan aneh terhadap bocah inipun perlahan akan luntur.

“Pertama kali Septi keluar dari kandungan ibunya, saya sangat terkejut dan anak itu hampir jatuh dari tangan saya,” ujar Ija, bidan desa yang membantu persalinan ibu Septi, Fatma Nusi, sepuluh tahun lalu di Desa Tilangobula, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.

Dengan keanehan yang dimiliknya, tak pelak kehadiran Septi ke dunia menghebohkan warga setempat, yang kemudian mengkaitkannya dengan kutukan.

Pandangan sebelah mata, cemooh, gunjingan dan bahkan rasa simpati yang datang dari tetangga pun merupakan hal yang biasa diterima keluarganya.

Bukannya tak pernah putus asa, namun bagi Fatma penyesalan dan air mata rasanya tak pantas dikucurkan atas kehadiran Septi yang hanya berbeda fisik dengan manusia ciptaan Tuhan lainnya.

Ucapan Jadi Kenyataan

“Kamu minta buah terus, kayak mengandung bayi monyet saja”. Itu kalimat yang dilontarkan ayah Septi, Yusni Abdul (35) saat Fatma mengandung putri keduanya itu.

Kalimat yang diibaratkan sebagai kutukan oleh ayah Septi yang kesal karena istrinya selalu mengidamkan buah-buahan itu, kemudian diyakini sebagai penyebab anaknya terlahir dengan wajah layaknya seekor kera.

“Mungkin ucapan itu didengar Tuhan dan akhirnya menjadikannya kenyataan sebagai cobaan bagi saya dan suami,” ujar Fatma dengan nada sendu, mengenang rasa pedih saat hamil.

Tiga tahun sejak Septi dilahirkan, Fatma terpaksa membesarkan ketiga anaknya setelah ditinggal cerai suaminya yang malu karena memiliki anak dengan fisik yang berbeda dengan anak normal lainnya.

Meski hanya sebagai pembantu rumah tangga, Fatma membesarkan Septi dengan penuh kasih sayang, tanpa membedakannya dari kedua saudaranya.

Rasa pedih kian menusuk kalbu Fatma, ketika melihat putrinya sejak usia empat tahun kadang-kadang berjalan merangkak dan tampak lincah seperti kera.

“Saya sering memarahinya kalau berjalan merangkak. Takutnya akan jadi kebiasaan dan orang-orang akan yakin dia memang hampir seperti monyet,” ujar Fatma.

Alhasil, usaha Fatma untuk menghilangkan kebiasaan anaknya itupun berhasil. Septi kini nyaris tak pernah lagi berjalan merangkak, sehingga tak ada lagi perilakunya yang dianggap aneh.

Meski memiliki seorang anak yang abnormal dan hidup sebagai orang tua tunggal, namun tak pernah terpikirkan di benakknya untuk membunuh atau membuang putrinya itu, seperti yang marak dilakukan oleh orang tua putus asa belakangan ini.

“Memang berat menjalani semuanya, namun saya yakin Septi hadir dalam kehidupan saya untuk melihat sebesar apa sabar dan kasih sayang terhadapnya,” kata Fatma.

Tetap Sekolah

Septi jauh lebih beruntung. Ia tak kehilangan keceriaan pada masa kanak-kanaknya dan masih mengenyam pendidikan formal dengan hasil banting tulang ibunya yang juga sebagai buruh cuci keliling.

Kini ia duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar Dumbaya Bulan, yang berjarak sekitar tiga kilometer dari rumahnya yang terbalut anyaman bambu itu.

“Septi sempat tinggal kelas waktu di sekolah lama. Ia mengaku tertekan karena diejek teman-temannya,” kata salah seorang guru Septi, Elvin Adam.

Meski bocah itu tak tergolong juara kelas, namun Septi adalah siswi yang mandiri dalam mengerjakan tugas serta tes ujian alias anti nyontek.

Bahkan, angka delapan dan sembilan kerap menghiasi raport Septi untuk mata pelajaran Agama Islam dan olahraga.

“Septi paling suka lomba lari, selalu jadi juara. Kata Pak Guru, kelak saya bisa jadi atlit hebat dan bisa jalan-jalan ke Jakarta ,” ujar Septi dengan polosnya.

Di sekolah itu, ia mengaku bisa lebih berbaur dengan semua temannya, kendatipun pada awalnya juga harus membiasakan diri dengan tatapan aneh dari orang disekelilingnya.

Anak lincah itu justru menuai perhatian berlebih dari gurunya, karena dianggap lebih membutuhkan banyak kasih sayang dibanding anak didik lain yang normal.

Kelainan Genetik?

Tak ada yang tahu kenapa Septi terlahir demikian.

Mungkin sebentar lagi bocah berambut panjang itu akan menjadi obyek penelitian oleh sejumlah ilmuwan.

Terlebih, Departemen Kesehatan RI menginstruksikan segera membawa Septi ke Jakarta , untuk diteliti apa yang menjadi penyebab kelainan fisik anak yang dikenal periang itu.

“Untuk sementara ini, Depkes akan meneliti dulu apakah kelainan ini disebabkan faktor genetik atau bukan,” kata Kepala Pusat Pemeliharaan Kesehatan Depkes RI , Cholik Masulili.

Penelitian ini bisa jadi akan menjadi temuan baru dalam ilmu sains, mengingat kasus seperti yang dialami Septi merupakan yang pertama di Indonesia .

Tawaran dari Depkes ini pun diterima dengan senang hati oleh Septi dan keluarganya.

Ibunya memang tak berharap wajah Septi bisa seperti anak normal lainnya, namun ia punya harapan besar bahwa putri kecilnya itu punya masa depan yang lebih cerah setelah ditangani sejumlah dokter ahli dan peneliti nanti.

“Kalau wajah diubah itu rasanya tak mungkin lagi, yang penting rambut di badannya bisa hilang itu sudah lebih dari cukup,” harap Fatma.

Sementara bagi sang anak, rencana untuk ke Jakarta itu sudah sangat dinanti, dengan harapan saat balik nanti ia punya segudang cerita buat teman sepermainannya di desa.

Setidaknya, kata Septi, ia bisa mewujudkan impiannya untuk jalan-jalan ke Jakarta dan naik pesawat.

Lebih dari itu, hanya satu yang paling diinginkan Septi, “Jangan panggil saya monyet!” katanya. (*)

Gorontalo (ANTARA News) -

“Bunda..Bunda..”

‘Nda…Nda…’ pagi itu, bibir mungilnya berhasil melafadzkan kalimat tersebut. Memanggil kata “bunda” meski masih dengan vokal yang cadel. ‘nda..nda…” awalnya aku sama sekali tidak menyadari, aku hanya berlalu tidak menanggapi sama sekali. Sampai akhirnya bocah kecil itu menyusul ke kamarku, dan mengulangi kata baru itu dari bibirnya : “nda..nda…”

“oh, manggil Bunda ya…?? Aduh….” Jelas aku girang bukan kepayang. Toh selama ini ia hanya tidak bisa memanggil aku. Sedangkan untuk memanggil yang lain, ‘umi..abi..om .. nenek. Kakek.. tante..’ sudah terdengar fasih sekali.

“coba panggil lagi.. bunda..bunda…’

‘nda..Nda…’ katanya mengulang. Lucu sekali.

Anak itu, bukanlah anakku. Ia anak kakakku. Dulu waktu baru lahir sempat terjadi diskusi kecil tentang panggilan masing-masing. “panggil nenek atau eyang uti ya..?? atau nini..??” ‘panggil kakek atau abah ya…?” dsb. Begitupun denganku. Sampai akhirnya aku memutuskan untuk dipanggil Bunda saja. Toh kedengerannya lebih ‘enak’ ketimbang dipanggil tante yang kesannya kecentilan *hehe. kalau dipanggil ‘Ammah kayanya soleh banget. Bunda kayanya lebih enak, lebih akrab. Panggilan Bunda ini juga rencananya bukan hanya untuk dia, para ponakanku. Tapi untuk anakku kelak. Insya allah beberapa tahun lagi aku juga akan punya anak kan..? *ehem, nikah saja belom :D Read more »

LOMBA KARYA TULIS PEMUDA TINGKAT NASIONAL dan PENGHARGAAN UNTUK PENULIS ARTIKEL KEPEMUDAAN

Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga RI bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena menyelenggarakan Lomba Karya Tulis dan Penghargaan untuk Penulis Artikel Kepemudaan. Persyaratan Lomba Karya Tulis: 1. Naskah berbentuk “esai” dengan tema “Kepemimpinan Pemuda”. Peserta dapat memilih salah satu dari sub-sub tema berikut): a. Pemuda di Kursi Kepresidenan Indonesia b. Pemimpin Muda Idaman. c. Menjadi Pemimpin di Era Krisis Global. d. Mencari Wadah Pencetak Pemimpin Bangsa. e. Menjadi Pemimpin Lokal Berpikiran Global. f. Jika Perempuan Menjadi Pemimpin Indonesia. g. Budaya Baca Calon Pemimpin Bangsa. 2. Lomba dibagi dalam 3 kategori: pelajar, mahasiswa, dan umum. 3. Lomba terbuka untuk semua WNI berusia 15-35 tahun. 4. Esai tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur pornografi. 5. Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan, atau saduran. 6. Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak/elektronik dan tidak sedang diikutkan dalam lomba sejenis. 7. Naskah ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baik, diketik di kertas A4, font Times New Roman, 6-12 halaman, spasi ganda. 8. Mencantumkan kategori di sudut kiri amplop pengiriman naskah. 9. Nama penulis harus diletakkan pada halaman terpisah dengan lembar naskah 10. Naskah dikirim rangkap 3 (tiga). Persyaratan Penghargaan Penulis: 1. Artikel telah dimuat di media massa cetak antara bulan Oktober 2008 – April 2009 yang bertema Kepemudaan. 2. Melampirkan artikel (atau fotokopinya) yang telah dimuat sebanyak tiga rangkap. 3. Lomba terbuka untuk umum (tanpa batasan usia) 4. Artikel tidak bertentangan dengan SARA dan tidak mengandung unsur pornografi. 5. Mencantumkan “Penghargaan Penulis” di sudut kiri amplop. Persyaratan Teknis : 1. Pengiriman naskah disertai dengan fotokopi identitas diri (KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor dan biodata singkat: nama, alamat lengkap, nomor telepon/handphone, e-mail). Untuk pengiriman email, identitas diri dapat discan (dengan resolusi secukupnya). 2. Pengiriman naskah lomba esai atau penghargaan penulis dikirim ke: Panitia Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional dan Penghargaan Penulis Jl. Rasamala Raya No 20 Depok Timur 16418 Naskah lomba juga dapat dikirim melalui email: lomba.menpora@ gmail.com (identitas diri dapat discan). 3. Naskah ditunggu selambat-lambatnya tanggal 5 Mei 2009 HADIAH setiap kategori dan Penghargaan Penulis: Juara I: Rp2.500.000, – Juara II: Rp2.000.000, – Juara III: Rp1.500.000, 3 pemenang hiburan @ Rp500.000,- * Pengumuman pemenang dapat dilihat di http://www.forumlin gkarpena. net dan http://forumlingkar pena.multiply. com pada 1 Juni 2009. Acara ini diselenggarakan oleh : Deputi Pengembangan Kepemimpinan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena Didukung oleh: ANNIDA & Lingkar Pena Publishing House Keterangan lebih lanjut hubungi Maryati (021) 573 8158, HP: 085813144822 Koko 0813 67675459 Denny 0899 9910037

Kejutan Itu…

Benar kata ayah, saat-saat terindah dalam sholat adalah ketika posisi sujud. saat kita mencium tanahNya, dan melafadzkan “maha suci Rabb yang Maha Tinggi………”
disanalah ada puncak tawakal, kepasrahan yang total, belum lagi posisi kepala -organ paling tinggi di tubuh kita- harus mencium tanah -tempat organ paling rendah kita berpijak-. subhanallah….

ashar tadi.. aku merasakannya dengan sangat.

dua toko yang kujadikan target ternyata tutup. aku yang datangnya kesorean. padahal, menempuh perjalanannya tidaklah mudah. dari rumah ke toko yang pertama harus naik tiga angkot. dari toko pertama ke toko kedua harus naik ojek dan kereta selama 45 menit. tapi keduanya sudah tutup. aku terlambat janji dengan mereka.

terkatung berjalan sendirian.. bingung entah kemana.
namun kutancapkan keyakinan : perjalanan hari ini ga boleh sia-sia. harus ada yang kudapatkan.

sujud maghrib itu begitu syahdu…
kubiarkan seluruh darah, sel, dan otot-ototku tertarik pada pusaran sujud…

“mbak.. stok gamis nya masih ada…?” sebuah pesan singkat dari nomor tak dikenal diterima hp ku. hm.. aku tidak terlalu bahagia, paling juga teman-teman yang iseng menemukan webblog ku tentang promosi itu.
“masih ada. dari siapa ini..?” jawabku singkat.
“saya Rina mbak.. dari Lampung…kalo mau pesan satu kodi ready ga mbak ..?”
kali ini aku termenung…

ya Allah.. apa ini benar…??

Profesi Baru

Sudah tiga hari ini aku punya profesi baru. Yaitu sales. Menjajakan barang dagangan dari rumah ke rumah. Kadang aku suka berfikir sendiri kalo lagi dijalan, yup.. aku persis sekali dengan sales-sales yang suka menawarkan pekerjaan dari rumah ke rumah. Dulu, aku suka meremehkan mereka para sales tersebut. Selain waspada –khawatir mereka adalah penipuan-, aku juga malas sangat meladeni orangn-orang tersebut. Tapi lain dengan ayahku, ayahku yang super baik ini memang luar biasa. Sesibuk apapun mau meladeni celoteh para sales, bahkan kadang sampai membeli produk -padahal produk itu sama sekali tidak beliau gunakan.

‘dulu ayah juga seperti mereka.. ‘ jawabnya sambil tersenyum puas.kalo kami menanyakan sikapnya yang luar biasa oleh para sales tersebut.

Ayah suka bercerita tentang teori ‘per-sales-an’ *emang ada?:D yang katanya sering di luar logika. Banyak sales yang sudah berkeliling-keliling untuk mencari rizki, tapi kadang rizki itu justru datang dari pintu lain yang tak terduga-duga. Kata ayah, ini seperti kisah siti Hajar yang berkeliling bolak-balik antara bukit Shafa dan Marwah untuk mencari mata air. Namun ternyata air tersebut terpancar di lokasi yang dekat sekali dengan Ismail menangis. Amazing…

Sebagai orang yang meyakini Allah Maha Kaya dan Maha Pemberi, konsep rejeki ini memang bukanlah hal yang aneh..

Dan tiga hari ini aku melakukan hal tersebut, pergi dari satu toko ke toko yang lain untuk menawarkan kerja sama. Ya, target awal memang mencari rezeki, namun ternyata selama tiga hari ini pula Allah memberiku –tidak sekedar- rezeki.

Berawal dari pura-pura sebagai pembeli, bertanya-tanya harga, bertanya dari mana supliernya, konsep kalo pingin mejadi agen, dsb… ini persis seperti main detektif-detektifan. Saat-saat seperti inilah semua indra harus berfungsi dengan baik. Karena dalam percakapan yang santai tersebut, ada ‘hal-hal’ penting yang harus digarisbawahi. Dengan berperan sebagai detektif seperti ini juga bisa memberikan informasi banyak tentang toko-toko lainnya…
”toko seperti ini masih jarang ya bu..jadi ibu belum ada saingannya “ *basabasidotcom

“oh sudah banyak.. di daerah sini saja udah ada sekita empat toko yang laris juga, seperti.. toko A, toko B, toko C, toko D, toko E..dsb..”

“menjualnya hal-hal kaya gini juga..”

“hampir sama sih, cuma tiap toko beda-beda kan.. kalo toko A dikenal buku-bukunya.. toko B dikenal jilbabnya.. toko C dikenal baju-bajunya.. “

Disinilah kejelian harus berfungsi, karena toko-toko yang beliau sebutkan tadi bisa menjadi target pasar selanjutnya :D

Sesekali si pemilik toko juga bercerita tentang proses kesuksesannya. Ya, profesi baru ku ini memang mengingatkan aku ketika menjadi wartawan dulu.

Ada seorang sahabat yang –katanya- iba melihat profesi baru ku ini.
Hm… belum tau dia, Allah memberiku berjuta nikmat dari semua ini :)

Khawatir dengan usaha baru-ku..

Seminggu sudah berlalu, dari waktu aku memulai marketing usaha baru ku ke beberapa teman di luar kota, memang belum jauh-jauh, terdata baru belasan orang di daerah jabodetabek. Tapi.. seminggu ini belum ada respon apa-apa. Jangankan dari pembeli, dari para reseller pun seperti tak ada. Sempat ada bisikan-bisikan pesimis di hati, “atau mungkin usaha ku akan gagal..?’ sering juga terbesit pertanyaan dihati : ‘atau harganya mahal? Produk kurang menarik? Sistem ga menguntungkan..?” dsb. yang pasti, setiap hari aku selalu menanti dan menanti, mengalahkan kecemasanku ketika menanti jawaban dari seorang kekasih.

Entah, aku kegandrungan setan apa hingga bisa sekhawatir ini. Entah kemana jiwa optimisme dan kenekad-an aku yang ada selama 23 tahun ini. Tapi.. sungguh aku khawatir. Mengingat impianku yang begitu tinggi, aku ingin mandiri secara finansial. Ga perlu lagi bergantung pada orang tua, bahkan aku ingin sekali keuntungan dari usaha ini bisa menjadi tempat bergantung orang tua ku dan orang banyak.

Banyak cita-cita yang sudah ku tulis. Peta hidup tersusun rapi kedepannya. Dan itu butuh dana yang lumayan ; mulai dari menikah, melanjutkan studi ke luar negri, sampai berangkat umrah dan haji bersama keluarga besar, dan mendirikan sekolah untuk anak-anak terlantar.. Plan-plan itulah yang senantiasa memotivasiku untuk terus bangkit dan bangkit mengembangkan usaha ini. Meski memang awalnya hanya setengah hati.

Ya, setengah hati. Orang tua ingin sekali anaknya -yang punya hobi gila menulis ini- memiliki usaha butik yang lebih maju dari mereka.

Aku faham, teori niat. Jika niat setengah maka usahanya pun setengah, dan dampaknya pun akan sangat terlihat bagaimana hasilnya. Maka atas dasar itulah, dasar bi’rul walidain yang paling terbesar, Aku menfokuskan semua total kesini. Ku singkirkan semua cita-cita untuk jadi penulis dan pemain piano handal. *Sambil tetap berharap dalam hati, cita-cita tersebut akan tetap ku gapai kelak di usia kepala 4.

Sekarang niat sudah ku fokuskan, usaha terus ku maksimalkan.. sambil terus menunggu.. adakah satu atau dua orang yang merespon usaha baruku ini..???

Seminggu berlalu… tidak ada satu sms pun berkaitan dengan hal tersebut.
Tiba-tiba sebuah sms datang :
‘ Mbak.. ada yang mau aku tanyakan :
1. kita jualnya harga yang sudah didiskon kan..?
2. kalo beli 10 item minta diskon boleh ga?
3. pesan seragam model dari kita bisa kan/
4. ongkos kirim bagaimana?

sms tersebut, seakan sebuah mukjizat bagiku. Aku tersenyum lebar dan menarik nafas panjang..
“ya allah.. aku tau ini belum apa-apa, tapi hanya Engkaulah yang paling tau, bagaimana gejolak hati ini….”

ya, ditanya saja aku sudah bahagia,

bagaimana jika sudah dibeli.. :)


*sejenak merenung, mungkin hal-hal seperti ini yang sering dibilang seru oleh para pengusaha lainnya.

Ada lomba nulis naskah niy ;)

Lomba dibagi menjadi dua kategori: (1) Naskah drama yang ditulis oleh peserta yang memiliki bahasa Inggris sebagai bahasa ibu (mother tongue) dan (2) Naskah yang ditulis dalam bahasa Inggris, bagi peserta yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris.
Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah 2.500 Poundsterling dan hadiah radio gelombang pendek/digital ke dalam kategori wilayah: Amerika, Eropa, Afrika dan Timur Tengah, Asia Selatan, Rusia dan Kaukasus serta Asia Pasifik.
Persyaratan: Naskah drama bertema bebas (apa saja) sepanjang lebih kurang 60 menit, sedikitnya memiliki 6 karakter (tokoh), naskah disertai sinopsis yang menjelaskan alur cerita (tidak lebih dari 400 kata), minimal 50 halaman dan maksimal 75 halaman (kertas A4), naskah harus orisinal dan hanya boleh mengirimkan satu naskah, sepenuhnya ditulis dalam bahasa Inggris. Naskah dikirimkan paling lambat 31 Maret 2009 ke Playwriting Competition 2009, BBC World Service Drama Room 118, east Wing House London WC2B B4H United Kingdom atau ke kantor British Council setempat.
Finalis diumumkan di situs BBC pada Agustus 2009 dan nama pemenang diumumkan pada akhir September 2009. Drama dari dua pemenang akan direkam selama bulan Oktober 2009. Untuk keterangan lebih lanjut, dapat menghubungi www.bbcworldservice.com/radioplay

Justru Yang Seru disini :D

“keindahan dari bermimpi adalah proses untuk mencapainya”

Kalimat tersebut aku baca beberapa hari yang lalu dari sebuah buku. eum.. akhir-akhir ini, emang lagi sering bermimpi. bahkan membaca ulang buku-buku motivasi yang berpengaruh pada kualiatas hidup. salah satunya adalah MHMMD besutan Marwah Daud.

buku tersebut emang mampu men-charge ulang semangat ku untuk bermimpi. ahirnya, tanpa sadar aku membuka peta hidup yang pernah ku buat setahun yang lalu.

tercatat disana : tahun 2025 mendapatkan penghargaan sebagai

“Asia Pacific Women Entrepreneur of The Year 2025″ hehehe..

merenungi perjalanan.. masih ada 16 tahun lagi untuk menuju hal tersebut. saat ini baru mulai bisnis yang serius, setelah sebelumnya profesinya hanya berdagang dan berdagang ^^

tentunya tidak mudah untuk mencapai impian tersebut. dan semoga salah satu caranya adalah seperti apa yang aku lakukan kemarin. berjalan door to door untuk marketing produk sendiri ^^ hehehe :D

abis gimana… modal untuk marketing kagak ada, mau ga mau turun sendiri deeh..

alhamdulillah saat ini sudah punya tujuh klien, dan beberapa reseller yang setia membantu ^^ paling tidak, ini bisa menjadi modal untuk cetak brosur dan perluas marketing.

eum. berfikir dan berfikir…

sebenernya capek kaya gini ^^ tapi tak apalah..

baru dapat bekal dari Mario teguh : Ada Keindahan dalam Kesibukan :)

*tetap optimis tie!